Geely EX2 facelift datang dengan satu bekal yang paling mudah menarik perhatian calon pembeli mobil listrik harian, yakni jarak tempuh hingga 460 km. Di tengah pasar hatchback listrik kompak yang makin ramai, angka itu langsung membuat penyegaran EX2 terasa relevan dan sulit diabaikan.
Peluncurannya dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei di China. Geely tampaknya sengaja menjaga ubahan tetap terukur, tetapi tetap menyentuh hal yang paling dicari konsumen: daya jelajah, penyegaran tampilan, dan pembaruan identitas model.
Bergeser ke keluarga Galaxy
Salah satu perubahan yang langsung terlihat ada pada identitas merek. EX2 kini berpindah dari sub-brand Geome ke keluarga Galaxy, sehingga posisinya di lini produk Geely ikut berubah.
Peralihan ini tidak mengubah karakter dasarnya sebagai hatchback listrik kompak untuk kebutuhan perkotaan. Namun, langkah tersebut memberi wajah baru bagi model yang memang sudah punya basis pasar kuat di China.
Sentuhan baru pada tampilan luar
Dari sisi visual, facelift EX2 tidak tampil dengan ubahan besar-besaran. Geely hanya memberi penyegaran yang membuat tampilannya terasa lebih segar, termasuk penggunaan logo Galaxy terbaru.
Selain itu, tersedia juga pilihan desain Aero Hubcap baru. Detail kecil seperti ini menjadi pelengkap agar EX2 facelift tetap terasa berbeda dibanding versi sebelumnya tanpa kehilangan identitas utamanya.
Daya jelajah jadi senjata utama
Sorotan terbesar tentu ada pada baterainya. EX2 facelift memakai baterai LFP dengan dua opsi kapasitas, yaitu 35 kWh dan 47 kWh.
Dari dua pilihan itu, jarak tempuh CLTC masing-masing tercatat 360 km dan 460 km. Opsi 460 km menjadi nilai jual paling kuat karena memberi rasa lebih tenang untuk penggunaan harian tanpa terlalu sering mencari titik pengisian ulang.
Bagi mobil listrik kompak, angka seperti itu penting. Pembeli biasanya mencari mobil yang ringkas untuk kota, tetapi tetap sanggup dipakai lebih jauh saat dibutuhkan.
Pengisian cepat tetap jadi andalan
Geely juga masih mempertahankan fast charging sebagai salah satu keunggulan EX2. Pada model sebelumnya, pengisian baterai diklaim bisa berlangsung dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 21 menit.
Spesifikasi resmi untuk versi facelift belum dijelaskan secara rinci. Meski begitu, pasar kendaraan listrik China yang bergerak cepat membuat efisiensi waktu isi ulang tetap menjadi aspek yang sangat diperhatikan.
Tenaga dan penggerak masih sama
Di bagian performa, varian baterai lebih kecil diperkirakan mengusung motor listrik 58 kW atau sekitar 78 hp. Sementara itu, versi dengan baterai terbesar disebut memakai tenaga 85 kW atau sekitar 114 hp.
Seluruh varian tetap menggunakan sistem Rear Wheel Drive atau penggerak roda belakang. Konfigurasi ini menjadi pembeda tersendiri karena masih tergolong jarang untuk mobil listrik kompak dengan harga terjangkau.
Dimensi tetap kompak untuk kebutuhan kota
EX2 memang dirancang sebagai hatchback listrik yang cocok untuk lalu lintas padat. Mobil ini memiliki panjang 4.135 mm, lebar 1.805 mm, tinggi 1.570 mm, dan wheelbase 2.650 mm.
Ukuran tersebut membuatnya tetap lincah saat diajak bermanuver di jalan perkotaan. Pada saat yang sama, proporsinya juga mendukung kabin yang tetap terasa lega untuk kebutuhan harian.
Basis pasar yang sudah kuat
Popularitas EX2 di China sudah terbukti dari angka penjualannya. Sepanjang 2025, model ini tercatat menjadi kendaraan terlaris di China dengan distribusi 465.775 unit.
Harga jualnya berada di kisaran 68.800 hingga 87.800 yuan, atau sekitar Rp255 juta sampai Rp285 jutaan di Indonesia. Dengan modal penjualan yang besar, penyegaran desain, dan jarak tempuh yang lebih jauh, EX2 facelift punya posisi yang kuat untuk tetap bersaing di kelas hatchback listrik kompak.
Source: moladin.com