Gaza Kembali Dihantam Serangan, Nasib Kepala Militer Hamas Masih Belum Pasti

Serangan udara Israel kembali memicu kekacauan di Gaza setelah tenaga medis setempat melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas. Korban disebut termasuk perempuan dan anak-anak, menyusul hantaman ke sebuah apartemen dan kendaraan di wilayah itu.

Di tengah situasi tersebut, kabar mengenai nasib kepala militer Hamas, Izz al-Din al-Haddad, menjadi sorotan utama. Seorang pejabat senior Hamas menyatakan Haddad telah meninggal dunia setelah menjadi target serangan udara Israel di Gaza, meski kelompok itu belum mengeluarkan konfirmasi resmi.

Di Kota Gaza, sejumlah saksi mengatakan masjid-masjid mengumumkan “kesyahidan” Haddad. Jika kabar itu terkonfirmasi, ia akan menjadi salah satu tokoh paling senior yang dilaporkan tewas sejak gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat pada Oktober lalu sempat menghentikan pertempuran.

Israel sendiri telah menyebut Haddad sebagai sasaran serangan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz juga menuding Haddad sebagai target serangan udara, walau pernyataan mereka tidak memastikan apakah serangan itu benar-benar menewaskannya.

Netanyahu bahkan menuduh Haddad sebagai salah satu perancang serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel. Ia mengatakan Haddad bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, dan kekerasan terhadap ribuan warga sipil serta tentara Israel.

Posisi Haddad di tubuh Hamas membuat kabar ini semakin penting. Ia mengambil alih pimpinan militer Hamas di Gaza setelah Mohammad Sinwar tewas pada Mei 2025, sehingga menempatkannya sebagai salah satu figur kunci dalam struktur militer kelompok tersebut di Gaza.

Perkembangan ini juga muncul saat pembahasan antara Israel dan Hamas mengenai rencana pascaperang Gaza masih berlangsung. Perundingan tidak langsung itu membahas proposal yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghentikan konflik yang telah berjalan lebih dari dua tahun.

Di saat yang sama, Israel disebut meningkatkan serangan di Gaza dalam beberapa pekan terakhir. Fokus serangan itu kembali mengarah ke wilayah Palestina setelah Israel menghentikan operasi bersama dengan Amerika Serikat di Iran.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version