Candaan Gavi justru membuat Lamine Yamal punya target yang lebih tinggi di Piala Dunia 2026. Bintang muda Barcelona itu kini tidak hanya ingin tampil di panggung terbesar sepak bola, tetapi juga membidik rekor sebagai pemain termuda Timnas Spanyol yang mencetak hattrick di turnamen tersebut.
Dorongan itu datang dari suasana ringan di antara sesama pemain Spanyol. Gavi, yang masih memegang rekor sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Timnas Spanyol setelah mencetak gol pada usia 17 tahun, disebut kerap menggoda Yamal sejak perayaan EURO 2024.
Alih-alih merasa terbebani, Yamal justru menjadikan candaan itu sebagai bahan bakar untuk mengejar pencapaian yang lebih besar. Ia menyampaikan ambisi tersebut dalam wawancara dengan laman resmi FIFA dan menegaskan bahwa target pribadinya adalah mencetak tiga gol dalam satu laga Piala Dunia sebagai pemain Spanyol termuda.
Yamal bahkan sudah membayangkan momen khusus bila kesempatan itu datang. Ia mengatakan akan memberi anggukan kepada Gavi jika berhasil mencetak gol kedua, sambil tetap berusaha menuntaskan tiga gol dalam pertandingan yang sama.
Di tengah ambisi individual itu, Yamal tetap menempatkan kepentingan tim sebagai prioritas. Ia mengingatkan bahwa Timnas Spanyol tidak boleh terlena hanya karena datang dengan status juara EURO 2024.
Menurut Yamal, persaingan di Piala Dunia 2026 akan tetap berat karena ada tim-tim kuat yang siap menghalangi langkah La Roja. Argentina, Prancis, Portugal, dan Inggris menjadi contoh lawan yang menurutnya harus diwaspadai.
Karena itu, Yamal menilai kerja keras dan konsistensi akan jauh lebih penting daripada label favorit. Ia menegaskan bahwa Spanyol perlu percaya pada cara bermain sendiri dan memberikan segalanya untuk negara.
“Bagi kami, ini tentang memberikan segalanya untuk Spanyol dan mempercayai cara kami bermain karena, menurut saya, kami memainkan sepak bola terbaik,” kata Yamal.
Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 19 Juli. Spanyol sudah mengetahui lawan di fase grup, yaitu Uruguay, Arab Saudi, dan Cabo Verde.
Dengan status sebagai juara Eropa, ekspektasi terhadap Spanyol jelas tinggi. Namun Yamal menilai hasil akhir tetap akan ditentukan oleh respons tim di lapangan, bukan oleh reputasi sebelum turnamen dimulai.
Di saat yang sama, ia tetap membawa ambisi pribadi yang bisa menambah cerita menarik bagi perjalanan La Roja. Jika target itu tercapai, Yamal bukan hanya membantu tim melangkah jauh, tetapi juga membuka jalan menuju rekor hattrick termuda yang ia incar.
Source: www.suara.com