Garbha Presisi Polri Raih 21 Medali Di Osaka, Pembinaan Atlet Mulai Berbuah Hasil Besar

Koleksi 21 medali yang dibawa pulang tim Taekwondo Garbha Presisi Polri dari Osaka menjadi penanda bahwa skuad ini tampil sangat menyeluruh di The 22nd WATA Open International Taekwondo Championship 2026. Raihan 14 emas, 5 perak, dan 2 perunggu itu mengantar mereka meraih gelar juara umum sekaligus menegaskan dominasi atas peserta dari berbagai negara di Ohama Arena Sakai, Jepang.

Yang menarik, kemenangan tersebut tidak bertumpu pada satu nomor saja, melainkan tersebar di poomsae dan kyorugi. Cara tim ini mengumpulkan poin secara bertahap menunjukkan kedalaman skuad yang kuat, karena kontribusi datang dari nomor individu, pasangan, hingga beregu.

Performa yang terus stabil sejak awal

Sejak hari pertama, Garbha Presisi langsung mencuri perhatian lewat ritme bertanding yang konsisten. Para atlet mampu menjaga kombinasi teknik, fisik, dan mental tetap stabil saat menghadapi lawan-lawan yang datang dari banyak negara.

Konsistensi itu membuat mereka terus menambah pundi-pundi medali sampai akhirnya menutup kejuaraan dengan posisi teratas. Hasil akhir ini memperlihatkan bahwa mereka bukan hanya ikut bersaing, tetapi benar-benar menjadi tim paling produktif di turnamen tersebut.

Pembinaan yang mulai terlihat hasilnya

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, menilai capaian di Jepang lahir dari pembinaan yang lebih terarah. Ia menegaskan bahwa fondasi itu dibangun melalui Komite Olahraga Polri atau KOP yang dibentuk pada 2024.

“Pembentukan Komite Olahraga Polri sejak 2024 sebagai wadah dan sistem guna memastikan pembinaan dan penjaminan hak-hak atlet Polri yang berprestasi,” ujar Dedi Prasetyo. KOP sendiri diresmikan Kapolri Listyo Sigit Prabowo pada Mei 2024.

Sejak adanya KOP, jalur pembinaan atlet di lingkungan Polri disebut menjadi lebih tertata, profesional, dan berkelanjutan. Hasil di Osaka kemudian dipandang sebagai bukti nyata bahwa sistem itu mulai memberi dampak di level internasional.

Kontribusi merata dari banyak nomor

Official tim, M. Rustam Febrianzah, menyebut prestasi ini lahir dari disiplin tinggi dan kerja kolektif seluruh anggota tim. Selain itu, persiapan yang matang bersama tim pelatih ikut menjadi faktor penting yang membuat para atlet mampu tampil efektif di setiap nomor.

Di sektor poomsae individu, emas diraih oleh Bripda Rizky Irma Suryani, Bripda M. Rizky Prasetya, Brigadir Ihya Ainizahra, dan Bripda Gabriel Simorangkir. Sementara itu, Bripda Muhammad Rizky Prasetia bersama Bripda Rizky Irma Suryani menambah emas lewat poomsae pair.

Kekuatan beregu juga terlihat jelas ketika Briptu Johansen Vicenzo, Bripda Gabriel Simorangkir, dan Bripda Muhammad Rizky Prasetia mempersembahkan emas untuk poomsae beregu putra. Dari nomor kyorugi, deretan emas datang melalui Bripda Dinda Putri Lestari, Bripda Nyoman Aing Keysa Nanda, Bripda Abi Nidya Ira Wati, Bripda Adrian Kaiser Hakiki, Bripda Gigih Adhiyodha, Bripda Edgar Afazhar Agus Sastama, Bripda Muhamad Hafidz Rifqy Al Qorny, dan Brigadir Ressya Folingga.

Medali perak dan perunggu yang ikut menguatkan dominasi

Selain emas, Garbha Presisi juga tampil rapat di sejumlah nomor penting dan mengamankan lima perak. Brigadir Ihya Ainizahra dan Briptu Johansen Vicenzo meraih perak pada poomsae pair, lalu Brigadir Ihya Ainizahra, Bripda Rizky Irma Suryani, dan Bripda Hazra Ayundha Putri menyumbang perak dari poomsae beregu putri.

Bripda Hazra Ayundha Putri juga menambah perak dari poomsae individu putri. Di kyorugi prestasi, Brigadir Ressya Folingga dan Bripda Abi Nidya Ira Wati ikut memperkaya hasil tim dengan medali perak.

Dua perunggu melengkapi hasil Garbha Presisi di Osaka. Medali itu datang dari Briptu Johansen Vicenzo pada freestyle poomsae dan Bripda Bagas Adyatma di kyorugi prestasi U-74 putra, sehingga total raihan tim menjadi 21 medali dan menempatkan mereka sebagai juara umum turnamen.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version