Galaxy S26 Series diposisikan Samsung bukan sekadar sebagai ponsel premium, tetapi sebagai perangkat yang ikut mengurus alur perjalanan penggunanya. Pendekatan ini bertumpu pada Travel AI, kemampuan kamera yang lebih kuat, dan integrasi ekosistem Galaxy agar kebutuhan saat bepergian terasa lebih ringkas.
Samsung melihat kebiasaan pengguna urban kini makin menuntut perangkat yang cepat dan praktis. Perusahaan juga mencatat lebih dari 70 persen pengguna urban lebih memprioritaskan nilai guna saat mengambil keputusan perjalanan, sekaligus makin percaya pada rekomendasi yang autentik dibanding konten yang terlalu dipoles.
Perjalanan dibuat lebih sederhana
Di sisi fitur perjalanan, Samsung membekali Galaxy S26 Series dengan teknologi Agentic AI yang dapat menjalankan beberapa tugas sekaligus dalam satu perintah. Salah satu contoh penerapannya ada pada Bixby, yang bisa mengaktifkan roaming data, mengatur pengingat keberangkatan, dan menyesuaikan zona waktu secara otomatis.
Alur ini dibuat agar pengguna tidak perlu bolak-balik membuka menu saat sedang berpindah tempat. Samsung menempatkan pendekatan tersebut sebagai jawaban atas kebutuhan mobilitas tinggi yang menuntut proses serba cepat dan minim hambatan.
Circle to Search 3.0 juga ikut dipadukan ke dalam pengalaman penggunaan. Lewat fitur ini, pengguna bisa mengenali landmark, menerjemahkan teks asing, hingga mencari lokasi langsung dari layar tanpa berpindah aplikasi.
Kamera diarahkan untuk dokumentasi yang lebih serius
Selain urusan perjalanan, Galaxy S26 Series juga menonjol di sisi kamera. Samsung menyematkan sensor utama 200MP yang diklaim mampu menangkap cahaya hingga 47 persen lebih banyak dibanding generasi sebelumnya.
Peningkatan itu diarahkan untuk membantu hasil foto tetap terang dan detail, terutama saat pencahayaan minim. Untuk malam hari, Samsung membawa Nightography generasi terbaru yang ditujukan mengurangi noise dan blur agar hasil tangkapan lebih bersih.
Kemampuan video juga mendapat perhatian. Samsung menambahkan Horizontal Lock agar rekaman tetap stabil saat pengguna bergerak, serta mode LOG dengan dukungan 4 LUT untuk color grading profesional langsung di perangkat.
Editing langsung di perangkat
Kamera Galaxy S26 Series tidak berhenti di tahap pengambilan gambar. Melalui Photo Assist, pengguna bisa melakukan pengeditan berbasis perintah teks langsung di perangkat.
Fitur ini memungkinkan penghapusan objek atau perubahan latar belakang tanpa perlu proses yang panjang. Samsung menempatkannya sebagai bagian dari alur pembuatan konten yang lebih efisien, baik untuk perjalanan maupun kebutuhan kreatif.
Keamanan dan daya ikut diperhatikan
Samsung juga menambahkan Privacy Display untuk membatasi sudut pandang layar. Fitur ini ditujukan melindungi informasi sensitif, seperti tiket perjalanan atau data finansial, ketika ponsel digunakan di ruang publik.
Untuk pengisian daya, Galaxy S26 Ultra mendapat Super Fast Charging 3.0 yang diklaim mampu mengisi hingga 75 persen dalam waktu sekitar 30 menit. Sistem manajemen daya berbasis AI juga disiapkan untuk menjaga konsumsi energi tetap efisien.
Arah produk dan ketersediaan
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyebut Galaxy S26 Series hadir sebagai asisten perjalanan berbasis kecerdasan buatan. Posisi ini membuat perangkat tersebut tidak hanya fokus pada komunikasi, tetapi juga pada pengelolaan kebutuhan perjalanan dan produksi visual berkualitas tinggi.
Galaxy S26 Series sudah tersedia melalui kanal resmi Samsung di Indonesia sejak awal Mei 2026. Selama masa promosi hingga 31 Mei 2026, Samsung menawarkan cashback, program trade-in, dan opsi cicilan.
Untuk varian tertinggi, Galaxy S26 Ultra dengan konfigurasi 16GB/1TB dibanderol Rp31.999.000. Varian lainnya juga tersedia dengan harga yang lebih rendah sesuai kapasitas, seiring Samsung memperkuat seri ini sebagai perangkat untuk mobilitas tinggi.
Source: selular.id