Samsung kembali mendorong One UI 8.5 ke tahap yang lebih matang lewat Beta 10, dan yang paling menarik perhatian justru bukan hanya deretan perbaikan sistemnya. Pada gelombang uji coba ini, fitur AI yang sebelumnya dikaitkan dengan Galaxy S26 ikut dibawa ke Galaxy S25, sehingga pengguna seri flagship lama mendapat kemampuan baru yang biasanya identik dengan perangkat generasi berikutnya.
Langkah tersebut membuat pembaruan ini terasa lebih penting dari sekadar peningkatan rutin. Di satu sisi, Samsung menambahkan alat berbasis AI untuk mendukung aktivitas harian, sementara di sisi lain perusahaan juga menutup sejumlah celah bug yang selama ini mengganggu penggunaan dasar ponsel.
Fitur AI yang ikut hadir di Galaxy S25
Salah satu pembaruan yang paling menonjol adalah hadirnya Audio Eraser. Fitur ini dirancang untuk mengurangi suara latar pada rekaman audio, sehingga memo suara, wawancara, dan catatan kerja bisa terdengar lebih jelas.
Samsung juga menyertakan Creative Studio untuk pembuatan konten personal. Melalui fitur ini, pengguna dapat membuat stiker, wallpaper, dan kartu ucapan, dengan dukungan S Pen serta pilihan rasio aspek yang bisa disesuaikan.
Selain itu, AI Call Screening turut masuk ke One UI 8.5 Beta 10. Fitur ini membantu menyaring panggilan masuk dengan menampilkan informasi penelepon, sehingga pengguna punya dasar yang lebih jelas untuk memutuskan apakah panggilan diterima atau diblokir.
Perbaikan yang menyasar fungsi penting sehari-hari
Di luar fitur baru, pembaruan ini juga membawa sejumlah perbaikan yang sangat dekat dengan aktivitas harian. Samsung memperbaiki jeda dan layar hitam yang dapat muncul saat panggilan masuk, masalah yang jelas mengganggu kenyamanan penggunaan.
Sensor proximity juga ikut dibenahi. Komponen ini berperan penting saat ponsel didekatkan ke telinga, karena layar harus mati otomatis agar sentuhan tidak terjadi tanpa sengaja.
Masalah lain yang ditangani adalah munculnya artefak garis hijau saat perekaman video 4K HDR melalui aplikasi pihak ketiga. Perbaikan ini penting bagi pengguna yang sering merekam video di luar aplikasi kamera bawaan.
Stabilitas Bluetooth pun ditingkatkan agar koneksi tidak mudah putus. Dampaknya dapat dirasakan pada pengalaman mendengarkan audio maupun saat panggilan berlangsung.
Penyempurnaan performa dan respons antarmuka
One UI 8.5 Beta 10 tidak berhenti pada fitur AI dan perbaikan bug. Samsung juga menggarap sisi kelancaran sistem agar perangkat terasa lebih responsif dalam pemakaian harian.
Transisi antar-aplikasi dibuat lebih mulus, sementara kecepatan membuka aplikasi ditingkatkan. Bagi pengguna yang sering berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain, perubahan seperti ini bisa terasa langsung pada kenyamanan pemakaian.
Optimasi pengelolaan sumber daya juga ikut dilakukan. Tujuannya adalah membuat konsumsi daya lebih efisien dan membantu mengurangi panas berlebih saat perangkat bekerja di bawah beban tinggi.
Tambahan untuk perekaman dan ekosistem sistem
Pembaharuan ini juga memperluas kemampuan Expert RAW melalui fitur Ocean Mode Virtual Reflector. Fitur tersebut ditujukan untuk membantu pemotretan pemandangan air agar detail, pantulan, dan reproduksi warnanya lebih baik.
Pada sisi sistem, Samsung tetap menyertakan Google Play System Update dengan patch Februari. Komponen ini penting untuk menjaga kompatibilitas perangkat dengan layanan Android dan aplikasi terbaru.
Beta 10 disebut sebagai fase beta terakhir sebelum versi stabil hadir. Jika rencana yang beredar berjalan sesuai arah, One UI 8.5 stabil diperkirakan meluncur pada awal Mei, membawa lebih banyak penyempurnaan bagi seri Galaxy S25 yang ikut menerima fitur AI dari kelas perangkat yang lebih baru.
Source: www.geeky-gadgets.com




