Stablecoin kini mendapat tempat yang lebih nyata di sistem payroll global setelah Deel membuka opsi agar sebagian gaji karyawan penuh waktu bisa dialihkan ke aset digital tersebut. Skema ini tidak mengganti mekanisme gaji yang sudah ada, tetapi memberi jalur tambahan bagi pekerja yang ingin menerima sebagian upah bersih mereka dalam bentuk stablecoin.
Pendekatan Deel tetap mempertahankan payroll tradisional sebagai fondasi utama. Perusahaan tetap membayar gaji dalam mata uang fiat, lalu bagian tertentu dari gaji bersih dapat diarahkan ke stablecoin yang didukung dolar atau euro.
Opsi yang masih terbatas
Fasilitas ini belum dibuka untuk semua pengguna Deel. Layanan tersebut hanya tersedia bagi pekerja EOR dan Direct Employee Payroll tertentu, dengan kontrak USD atau EUR, di negara yang didukung.
Pilihan aset digital yang tersedia juga tidak terlalu luas. Halaman dukungan Deel mencantumkan USDC, EURC, dan USDT sebagai aset yang didukung, meski USDT memiliki pembatasan tersendiri dan tidak tersedia untuk karyawan di negara-negara Uni Eropa.
Batas alokasi juga dibuat ketat. Karyawan tidak bisa memindahkan seluruh gaji ke stablecoin, karena Deel hanya mengizinkan porsi antara 10% hingga 25% dari gaji bersih setelah pajak dan potongan.
Alur pembayaran tetap mengikuti sistem gaji biasa
Dari sisi perusahaan, prosesnya tidak banyak berubah. Payroll tetap menghitung pajak dan potongan terlebih dahulu, baru kemudian pembayaran stablecoin diproses untuk bagian yang dipilih karyawan.
Di sisi pekerja, ada beberapa langkah tambahan sebelum dana bisa dialihkan. Pekerja perlu menambahkan dompet sendiri, menyelesaikan verifikasi yang diperlukan, lalu menyimpan alokasi sebelum batas waktu payroll.
Jika pekerja tidak melakukan tindakan apa pun, gaji tetap dibayarkan lewat metode yang sudah digunakan sebelumnya. Dengan demikian, stablecoin muncul sebagai opsi tambahan, bukan pengganti penuh untuk sistem pembayaran yang berjalan.
Tanpa biaya tambahan untuk pekerja
Deel menyebut metode ini tidak mengenakan biaya provider, transaksi, atau gas untuk karyawan. Struktur biaya seperti ini membuat penggunaan stablecoin terasa lebih dekat ke manfaat praktis dibanding sekadar uji coba teknologi.
Kehadiran Solana dalam skema ini juga memberi konteks tambahan. Integrasi tersebut menempatkan stablecoin sebagai jalur penyelesaian harian yang makin relevan dalam aktivitas bisnis, bukan hanya instrumen untuk perdagangan aset digital.
Bagi Solana, kerja sama ini menambah satu lagi jalur pembayaran yang berorientasi bisnis. Langkah tersebut datang ketika stablecoin makin sering masuk ke narasi komersial jaringan itu.
Permintaan sudah terlihat di kalangan kontraktor
Kepala kripto Deel, Thierry Edde, mengatakan produk ini merupakan perluasan dari permintaan yang sudah muncul di kalangan kontraktor. Ia menyebut lebih dari 10.000 kontraktor telah menerima pembayaran dalam stablecoin melalui Deel.
Edde juga menyoroti bahwa pembayaran lintas batas masih menjadi kendala bagi banyak pekerja. Menurutnya, stablecoin membantu memperbaiki persoalan tersebut dan memberi alternatif yang lebih relevan untuk pembayaran internasional.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa payroll global mulai membuka ruang bagi aset digital dengan fungsi yang lebih jelas. Deel kini menempatkan stablecoin sebagai opsi pembayaran yang terbatas, terukur, dan tetap melekat pada sistem gaji konvensional.





