Blibli memperlihatkan bahwa pengelolaan limbah elektronik tidak harus menunggu kampanye sesaat. Melalui program Gadget for Good, masyarakat kini bisa menyetor gadget bekas dan e-waste sepanjang tahun lewat jalur pengumpulan yang disiapkan perusahaan.
Langkah ini muncul di tengah kebiasaan konsumsi perangkat digital yang terus berjalan. Karena itu, Blibli mendorong cara buang barang elektronik yang lebih bertanggung jawab agar perangkat lama tidak berakhir sembarangan dan menambah persoalan lingkungan.
Pengumpulan e-waste dibuat lebih mudah dijangkau
Salah satu fasilitas yang paling terlihat dari program ini adalah drop box khusus untuk menampung limbah elektronik. Tempat pengumpulan tersebut tersedia sepanjang tahun di lima gerai Blibli Store, yaitu Central Park, Gandaria City, Bintaro Jaya Xchange Mall, Lippo Mall Puri, dan AEON Mall Sentul.
Keberadaan lokasi yang tetap memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin melepas perangkat lama. Dengan titik yang berada di pusat aktivitas publik, proses penyetoran e-waste bisa dilakukan tanpa harus menunggu agenda tertentu.
Pendekatan keberlanjutan dibuat jadi kebiasaan kerja
Blibli menempatkan pengelolaan limbah elektronik sebagai bagian dari operasional sehari-hari, bukan sekadar program yang muncul ketika ada momen lingkungan. Head of ESG Blibli, Ignacia Chiara Irawan, menegaskan bahwa sustainability dijalankan setiap hari dan tidak “dinyalakan” saat Earth Day lalu “diredupkan” setelahnya.
Pernyataan itu menunjukkan perubahan pendekatan yang cukup penting. Keberlanjutan tidak diposisikan sebagai kampanye musiman, melainkan kebiasaan yang terus dijaga dalam praktik bisnis perusahaan.
Barang kecil justru paling sering disetor
Data dari Blibli memperlihatkan bahwa limbah elektronik yang paling banyak dikumpulkan bukan perangkat besar, melainkan barang kecil yang umum dipakai sehari-hari. Tiga item yang paling sering masuk adalah charger handphone, mouse, dan powerbank.
Temuan ini menunjukkan bahwa e-waste tidak hanya datang dari perangkat yang besar atau rusak berat. Barang kecil yang dipakai terus-menerus juga punya kontribusi pada timbulan limbah elektronik, sehingga perlu jalur pembuangan yang lebih jelas.
Volume e-waste yang terkumpul juga mengalami kenaikan 54 persen. Angkanya naik dari 1,5 item per hari pada Desember 2025 menjadi 2,4 item per hari pada kuartal pertama 2026.
Program diperluas lewat kanal lain dan ruang publik
Gadget for Good berjalan beriringan dengan program lain yang disiapkan Blibli untuk mendukung pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab. Perusahaan juga menjalankan Take Back Packaging dan E-Waste Collection sebagai bagian dari perluasan akses bagi masyarakat.
Pengembangan program akan dilakukan bertahap melalui penambahan titik layanan dan kerja sama dengan mitra lain. Blibli menilai langkah itu penting agar ekosistem sirkular bisa tumbuh dengan konsisten dan melibatkan lebih banyak pihak.
Upaya tersebut juga dibawa ke ruang publik melalui e-waste collection point di Eternity Privilege, Lantai 2 AEON Mall Sentul City. Titik pengumpulan itu berlangsung pada 14 April hingga 3 Mei 2026 dan memperlihatkan bahwa akses pengelolaan e-waste makin didekatkan ke aktivitas harian masyarakat.
Edukasi keberlanjutan ikut disiapkan
Selain menyediakan jalur pengumpulan fisik, Blibli juga memberi ruang edukasi lewat akun Instagram resmi @langkah_membumi. Kanal ini berisi inspirasi dan tips keberlanjutan bagi masyarakat yang ingin mulai menjalankan gaya hidup lebih peduli lingkungan.
Rangkaian langkah tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan gadget bekas tidak berhenti pada pengumpulan semata. Blibli juga mendorong kebiasaan baru agar e-waste bisa ditangani lebih aman, lebih mudah diakses, dan lebih selaras dengan praktik hidup yang bertanggung jawab.
Source: www.idntimes.com




