Fasilitas nuklir di Fukushima menjadi salah satu titik perhatian setelah gempa tektonik bermagnitudo 7,5 mengguncang wilayah utara Jepang dan memicu peringatan dini tsunami. Namun, pemeriksaan cepat yang dilakukan Tokyo Electric Power Company atau TEPCO menunjukkan Fukushima Daiichi dan Fukushima Daini tetap dalam kondisi aman tanpa ada kelainan pada reaktor.
TEPCO menyebut sistem pendingin reaktor berfungsi normal dan tidak ada laporan kebocoran radiasi. Kondisi serupa juga dilaporkan oleh Tohoku Electric Power untuk pembangkit Onagawa dan Higashidori, sehingga sejauh ini instalasi yang dipantau tetap beroperasi tanpa gangguan berarti.
Meski pusat gempa berada di laut lepas Prefektur Iwate dengan kedalaman sekitar 10 kilometer, guncangannya terasa jauh lebih luas. Getaran dilaporkan sampai ke Tokyo dan membuat sejumlah gedung tinggi bergoyang cukup lama, sementara di wilayah seperti Miyagi dan Akita, warga mengaku sulit berdiri tegak akibat fenomena long-period ground motion.
Dampak gempa juga langsung dirasakan di pesisir utara Jepang ketika tsunami mulai mencapai beberapa titik. Di Pelabuhan Kuji, Prefektur Iwate, air laut naik hingga 80 cm pada pukul 17.34 waktu setempat, sementara air laut juga mulai masuk ke pelabuhan Hachinohe, Miyako, dan Kamaishi.
Di Hachinohe, puluhan kapal nelayan dan kapal kargo bergerak menjauh ke laut dalam untuk menghindari dampak gelombang. Badan Meteorologi Jepang atau JMA sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan dini tsunami dengan potensi gelombang setinggi 3 meter untuk pesisir Prefektur Iwate, Aomori, dan Hokkaido.
Gangguan terbesar muncul pada sektor transportasi ketika layanan Shinkansen Tohoku dihentikan total di seluruh jalur antara Stasiun Tokyo dan Shin-Aomori. Otoritas perkeretaapian mengambil langkah darurat itu untuk memeriksa kemungkinan kerusakan pada rel dan jembatan, sekaligus menjaga keselamatan penumpang di tengah situasi yang masih berisiko.
Pemerintah Jepang juga bergerak cepat merespons ancaman lanjutan yang mungkin muncul setelah gempa. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meminta warga mengikuti instruksi keselamatan tanpa menunda dan menegaskan bahwa pemerintah pusat memprioritaskan penilaian kerusakan serta keselamatan warga.
“Jangan menunggu. Segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi!” ujar Takaichi dalam pesan darurat yang dikutip CNA. Peringatan ini tetap diperkuat karena Jepang berada di jalur Ring of Fire yang aktif dan masih berpotensi menghadapi gempa susulan dalam satu minggu ke depan.
Karena itu, warga di wilayah pesisir diminta tidak kembali ke rumah sebelum peringatan tsunami resmi dicabut. Pemantauan terhadap gelombang susulan, jalur transportasi utama, dan keamanan fasilitas energi masih terus dilakukan otoritas Jepang.
Source: www.viva.co.id