Kebutuhan Telkom untuk menyiapkan pemimpin yang sanggup menjaga arah transformasi organisasi kini terlihat semakin serius. Melalui Future Leaders Development Program atau FLDP 2026, perusahaan itu memilih jalur seleksi ketat hingga hanya 27 talenta yang bertahan dari total 270 kandidat.
Langkah tersebut menegaskan bahwa Telkom tidak sekadar mencari peserta program pengembangan, melainkan menyiapkan calon pemimpin yang benar-benar siap mengisi peran strategis di level lebih tinggi. Di tengah persaingan industri digital yang terus bergerak cepat, kualitas kepemimpinan diposisikan sebagai salah satu penentu agar perubahan bisnis dapat berjalan konsisten.
Seleksi dilakukan berlapis
Proses penyaringan kandidat berlangsung dengan beberapa tahap yang saling menguji kesiapan peserta. Telkom memulai dari nominasi talenta dan skrining awal untuk memastikan peserta yang masuk memang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Setelah itu, peserta menjalani asesmen berbasis esai dengan Harrison Assessments Talent Solution atau HATS. Metode ini digunakan untuk membaca kecocokan kandidat dengan kebutuhan pengembangan kepemimpinan di TelkomGroup.
Para kandidat kemudian masuk ke tahap wawancara kompetensi dan kepemimpinan. Sesudah itu, unit bisnis melakukan tinjauan talenta sebelum hasil akhir disetujui jajaran Direksi perusahaan.
Fokus pada calon pemimpin adaptif
Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, menekankan bahwa kepemimpinan memegang peranan penting dalam keberhasilan transformasi. Ia menyebut FLDP bukan hanya program pengembangan, tetapi juga investasi strategis untuk menyiapkan future leaders hingga level tertinggi organisasi.
FLDP 2026 dirancang untuk melahirkan pemimpin yang adaptif, visioner, dan siap menghadapi perubahan bisnis digital. Program ini dibuka untuk talenta internal berprestasi serta alumni Great People Scholarship Program atau GPSP agar pembinaan sumber daya manusia tetap berkelanjutan.
Telkom juga menempatkan kemampuan bisnis, keberanian mengambil keputusan, dan kesiapan mendorong perubahan sebagai bagian penting dari pembinaan peserta. Dengan begitu, talenta yang lolos tidak hanya dituntut kuat secara teknis, tetapi juga harus memahami bisnis dan memiliki kapasitas memimpin.
Tahap pengembangan dimulai lewat Ignite Phase
Setelah lolos seleksi, peserta akan masuk ke Ignite Phase yang dijadwalkan berlangsung dari April 2026 hingga Februari 2027. Tahap ini menjadi inti pembentukan calon pemimpin sebelum mereka diproyeksikan ke jalur kepemimpinan yang lebih tinggi.
Pada fase ini, peserta mengikuti onboarding imersif dengan konsep unlearn and relearn. Pendekatan tersebut mendorong mereka meninggalkan pola pikir lama dan membuka diri pada cara pandang baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri digital.
Peserta juga akan mengikuti sesi inspiratif bersama Direksi. Forum ini memberi ruang untuk menangkap pengalaman langsung dari jajaran pimpinan puncak serta memahami tantangan strategis dalam mengelola organisasi besar.
Pembinaan dibuat lebih personal dan praktis
Selain sesi bersama pimpinan, setiap peserta menyusun Individual Development Plan atau IDP bersama mentor. Proses ini membuat arah pengembangan menjadi lebih terukur dan disesuaikan dengan potensi masing-masing individu.
FLDP 2026 juga menekankan pembelajaran melalui penugasan pada proyek bisnis nyata. Skema ini memberi kesempatan bagi peserta untuk mengasah kemampuan penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan dalam situasi yang kompleks.
Sepanjang program, evaluasi dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan peserta. Pada tahap akhir, mereka akan menjalani presentasi final sebagai bagian dari penilaian kesiapan menuju jalur kepemimpinan strategis.
Dengan hanya 27 peserta yang lolos dari 270 kandidat, FLDP 2026 memperlihatkan tingginya standar Telkom dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang tidak hanya siap secara individu, tetapi juga mampu menjadi penggerak transformasi organisasi.





