Ferrari Luce Menantang Era Listrik, Pakai Desain Bersih dan Tenaga 1.113 HP

Ferrari memilih jalur yang tegas saat memperkenalkan Luce. Alih-alih menjadikan mobil listrik pertamanya sekadar turunan dari model bensin, Maranello membangunnya sebagai pernyataan baru bahwa karakter supercar Ferrari tetap bisa hadir tanpa emisi knalpot.

Langkah itu langsung terlihat dari pendekatan teknis yang dipakai. Luce berdiri di atas arsitektur elektrik murni 880 Volt yang dikembangkan dari nol, lalu dirakit eksklusif di fasilitas E-Building milik Ferrari tanpa kolaborasi dengan pabrikan lain.

Desain bersih, tetapi tetap fungsional

Untuk urusan tampilan, Ferrari bekerja sama dengan firma desain independen LoveFrom yang dipimpin Sir Jony Ive dan Marc Newson. Hasilnya adalah bodi yang minimalis, rendah, dan sangat fokus pada efisiensi udara.

Koefisien hambatan udara Luce tercatat 0,254, angka yang dibantu lorong angin besar di bonnet dan sejumlah detail aerodinamis tersembunyi. Pendekatan itu membuat bahasa desainnya tetap rapi, meski tujuan utamanya jelas: mengejar aliran udara seefisien mungkin.

Secara dimensi, mobil ini memiliki panjang 5.026 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.544 mm. Proporsinya membuat Luce sedikit lebih panjang dari Purosangue, tetapi atapnya dua inci lebih rendah.

Kabinnya tetap membawa rasa mekanis Ferrari

Di bagian interior, Ferrari tidak sepenuhnya mengikuti tren kabin mobil listrik yang serba digital. Luce memadukan panel digital OLED beresolusi tinggi dengan tombol kontrol mekanis agar sensasi taktilnya tetap kuat.

Lingkar kemudi memakai aluminium bergaya retro dan dikelilingi tombol fisik. Bahkan panel instrumen digitalnya dibingkai cincin logam fisik, sehingga nuansa mekanikal klasik masih terasa meski teknologi modern hadir di dalamnya.

Empat motor, tenaga 1.113 hp

Di balik bodinya yang bersih, Luce membawa paket penggerak yang sangat agresif. Ferrari mengembangkan powertrain-nya sepenuhnya secara internal dengan empat motor listrik radial-flow permanent-synchronous, masing-masing ditempatkan di tiap roda.

Keempat motor itu memakai sistem Halbach array, teknologi pengarah fluks magnetik ke stator yang diadopsi dari unit daya Formula One. Hasilnya adalah tenaga 1.113 hp atau 1.128 PS, dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 2,5 detik.

Baterai besar dan sasis yang dibuat efisien

Sumber tenaga Luce berasal dari baterai NMC 122 kWh dengan sel dari SK On. Paket baterai ini disusun merata di lantai sasis, yang membantu menurunkan pusat gravitasi 95 mm dibanding Purosangue.

Ferrari juga mengatur distribusi bobot menjadi 47:53, lalu memadukannya dengan arsitektur 880V dan pengisian cepat 350 kW. Daya jelajah WLTP-nya diklaim lebih dari 529 kilometer, sementara efisiensi dibantu strategi seperti pemutusan motor depan saat mobil melaju konstan.

Teknologi sasis dan detail eksterior

Ferrari melengkapi Luce dengan suspensi aktif berbasis kelistrikan 48 Volt yang bekerja sangat cepat. Sistem ini memungkinkan anti-roll bars fisik dihapus tanpa mengorbankan stabilitas saat mobil bermanuver.

Pengendalian juga dibantu four-wheel steering dan torque vectoring independen di kedua poros roda. Di bagian luar, Luce memakai pintu bukaan tengah, pelek 23 inci di depan dan 24 inci di belakang, serta opsi desain turbin aero yang memperkuat kesan eksotisnya.

Ferrari menjadwalkan pengiriman unit perdana untuk pasar Eropa pada akhir tahun ini. Pasar Amerika Serikat menyusul pada awal tahun 2027, dengan harga dasar mulai dari €550.000 atau sekitar Rp9,5 miliar.

Source: carvaganza.com

Baca Juga

Back to top button