Es Krim Lebih Aman Setelah Makan Siang Ringan, Ini Pengaruhnya Pada Gula Darah

Es krim memang mudah menggoda, terutama saat rasa manisnya terasa pas untuk menutup waktu makan. Meski begitu, ahli gizi menilai momen mengonsumsinya ikut menentukan bagaimana tubuh merespons gula yang masuk.

Bukan saat perut kosong, es krim justru lebih aman disantap setelah makan utama yang seimbang. Pada kondisi itu, gula dari es krim tidak bekerja sendirian karena sudah ada serat, protein, dan lemak dari makanan lain yang ikut memperlambat penyerapan gula di dalam tubuh.

Kenapa perut kosong bukan waktu yang ideal

Ahli gizi Fanny Baillancourt menjelaskan bahwa es krim lebih cocok dimakan sesudah makan siang ringan. Jika sebelumnya sudah ada menu seperti salad, sedikit karbohidrat, dan protein, porsi kecil es krim masih dapat dinikmati tanpa terlalu mengganggu keseimbangan asupan.

Sebaliknya, saat es krim masuk ke tubuh dalam keadaan lapar, gula lebih cepat terserap ke aliran darah. Kondisi ini membuat kadar gula darah berpotensi naik lebih tajam dibandingkan ketika es krim dimakan setelah makan.

Setelah lonjakan itu, kadar gula darah juga bisa turun lebih cepat. Akibatnya, tubuh dapat terasa lemas dan rasa lapar bisa muncul lagi dalam waktu yang relatif singkat.

Momen yang dinilai paling pas

Menurut Baillancourt, es krim paling ideal dijadikan penutup setelah makan siang yang ringan. Dalam pola seperti ini, es krim berfungsi sebagai tambahan kecil, bukan camilan yang berdiri sendiri saat tubuh belum mendapat asupan lain.

Situasinya berbeda bila makan siang sudah berat dan kaya karbohidrat. Dalam kondisi tersebut, dessert manis sebenarnya tidak terlalu diperlukan karena hanya menambah energi tanpa memberi manfaat besar pada rasa kenyang.

Ia juga menilai masih ada ruang untuk menikmati es krim setelah makan siang yang ditutup buah. Namun, porsinya tetap perlu dijaga agar tidak berubah menjadi kebiasaan makan manis berlebihan pada sore hari.

Dampak terhadap kestabilan gula darah

Penjelasan ahli menekankan bahwa urutan makan bisa memengaruhi respons tubuh. Ketika es krim dikonsumsi setelah makanan lain, penyerapan gula berlangsung lebih lambat sehingga kenaikan gula darah cenderung lebih terkendali.

Hal ini berbeda jika makanan manis dikonsumsi sendirian saat perut kosong. Tubuh menerima gula lebih cepat, sehingga lonjakan gula darah bisa terasa lebih besar dan lebih mendadak.

Karena itu, waktu makan menjadi faktor penting selain jenis makanan itu sendiri. Es krim yang sama bisa memberi dampak berbeda hanya karena cara dan momen konsumsinya tidak sama.

Perhatian khusus bagi yang perlu mengontrol gula darah

Baillancourt menegaskan bahwa orang yang rentan terhadap diabetes perlu lebih berhati-hati. Lonjakan hiperglikemik pada tengah sore hari bisa menjadi masalah bila pola makan tidak diatur dengan baik.

Bagi kelompok ini, porsi dan waktu makan sama pentingnya dengan apa yang dimakan. Es krim tetap bisa dinikmati, tetapi sebaiknya tidak dijadikan camilan spontan saat tubuh belum memperoleh asupan yang cukup.

Pendekatan itu juga relevan bagi orang yang ingin menjaga energi tetap stabil sepanjang hari. Pilihan kecil seperti menunda camilan manis sampai setelah makan utama bisa membantu tubuh terasa lebih nyaman setelahnya.

Cara menikmati es krim dengan lebih bijak

Porsi kecil tetap menjadi pilihan yang lebih masuk akal dibanding makan berlebihan. Es krim yang disajikan sebagai penutup setelah menu seimbang jauh lebih aman daripada es krim yang dimakan sendirian saat lapar.

Komposisi makanan sebelumnya juga perlu dilihat. Jika makan siang sudah berat dan banyak karbohidrat, tambahan dessert manis kurang dibutuhkan, sedangkan makan siang ringan masih memberi ruang untuk camilan manis dalam batas wajar.

Dengan memperhatikan waktu, isi makanan, dan ukuran porsi, es krim masih bisa dinikmati tanpa membuat gula darah melonjak terlalu tinggi. Pilihan paling tepat tetap menempatkannya setelah makan utama yang ringan, bukan ketika perut masih kosong.

Source: www.beautynesia.id

Baca Juga

Back to top button