Target penyelesaian Sekolah Rakyat Tahap II di Jawa Tengah kini menjadi sorotan karena proyek ini ditujukan untuk segera siap dipakai pada tahun ajaran baru bulan Juli mendatang. PT Adhi Karya (Persero) Tbk atau ADHI mendorong percepatan pekerjaan agar fasilitas pendidikan tersebut dapat beroperasi sesuai jadwal, tanpa mengesampingkan mutu dan keselamatan kerja.
Pembangunan ini dirancang untuk menampung lebih dari 6.000 murid dan menjadi bagian dari dukungan ADHI terhadap program prioritas pemerintah di bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan kapasitas sebesar itu, proyek ini diposisikan bukan sekadar sebagai pembangunan gedung sekolah, melainkan sebagai infrastruktur pendidikan yang diharapkan memberi dampak lebih luas bagi pemerataan layanan belajar.
Enam lokasi pembangunan di Jawa Tengah
ADHI KSO bertindak sebagai kontraktor pelaksana di enam titik pembangunan yang tersebar di Jawa Tengah. Lokasinya berada di Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, Kabupaten Rembang, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Semarang.
Penyebaran lokasi ini menunjukkan bahwa proyek berjalan di beberapa daerah sekaligus. Karena itu, pengaturan pekerjaan di lapangan perlu dilakukan secara cermat agar masing-masing titik bisa bergerak dengan ritme yang sejalan.
Di setiap lokasi, pembangunan tidak hanya berfokus pada ruang kelas. Fasilitas pendukung juga disiapkan agar kebutuhan para siswa dapat terpenuhi secara lebih lengkap dalam aktivitas sehari-hari.
Fasilitas yang disiapkan lebih terpadu
Selain ruang belajar, proyek Sekolah Rakyat Tahap II juga mencakup asrama, tempat ibadah, ruang makan, dan area olahraga. Susunan fasilitas tersebut memperlihatkan bahwa konsep sekolah yang dibangun diarahkan untuk mendukung hidup belajar yang lebih menyeluruh.
Dengan fasilitas itu, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar formal. Lingkungan yang dibangun juga ditujukan untuk menunjang kegiatan harian murid agar lebih tertata dan terintegrasi.
Percepatan proyek tetap dibatasi standar mutu
Corporate Secretary ADHI, Rozi Sparta, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen penuh mendukung percepatan pembangunan agar sekolah bisa segera dimanfaatkan pada tahun ajaran baru bulan Juli mendatang. Namun, ia juga menekankan bahwa target waktu tidak boleh mengorbankan kualitas dan keselamatan kerja.
“ADHI berkomitmen mendukung penuh percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II agar dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran baru bulan Juli mendatang,” kata Rozi Sparta. Ia menambahkan bahwa perusahaan optimistis proyek dapat selesai sesuai target dengan tetap mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu.
Pernyataan itu menegaskan bahwa percepatan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan proyek. Dalam pekerjaan infrastruktur pendidikan, standar pelaksanaan tetap menjadi faktor penting agar fasilitas yang nantinya diserahkan benar-benar aman dan layak digunakan.
Koordinasi teknis ikut menentukan kelancaran pekerjaan
Upaya percepatan tersebut juga dibahas dalam rapat koordinasi bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo pada Senin (17/4). Pertemuan itu menyoroti kesiapan infrastruktur pendukung di sejumlah titik pembangunan yang sedang berlangsung.
Sejumlah persoalan teknis ikut masuk dalam pembahasan, mulai dari akses konstruksi, mobilisasi material, hingga ketersediaan tenaga kerja ahli di lapangan. Hal ini menjadi penting karena proyek dikerjakan di beberapa wilayah, sehingga logistik dan pelaksanaan harus diatur agar tidak saling menghambat.
Koordinasi yang lebih terarah diharapkan dapat menjaga progres di tiap lokasi tetap bergerak efisien. Dengan begitu, percepatan pembangunan bisa berjalan tanpa menurunkan standar kerja yang sudah ditetapkan.
Dukungan untuk akses pendidikan yang lebih merata
Kehadiran Sekolah Rakyat Tahap II di Jawa Tengah diproyeksikan membuka akses pendidikan berkualitas bagi lebih banyak wilayah. Penyebaran enam lokasi pembangunan juga mencerminkan upaya agar layanan pendidikan tidak terpusat di satu titik saja.
Dengan kapasitas lebih dari 6.000 murid, proyek ini menjadi salah satu infrastruktur sosial yang penting bagi agenda peningkatan mutu pendidikan. Jika target penyelesaian pada Juli 2026 tercapai, fasilitas tersebut akan masuk ke momentum tahun ajaran baru dan siap dimanfaatkan oleh murid di daerah yang telah disiapkan.