Enam Kata Yang Disangka Sandi Rahasia, Ternyata Laporan Cuaca Telegraf Lama

Bagi banyak orang, teka-teki paling menarik dari gaun antik itu bukan cuma isi kertasnya, melainkan bagaimana selembar catatan kusut bisa bertahan begitu lama tanpa terbaca. Kini, misteri yang sempat membuat pemecah kode penasaran selama bertahun-tahun itu akhirnya terkuak, dan jawabannya ternyata jauh lebih biasa daripada dugaan awal.

Yang tersembunyi di balik gaun sutra era 1880-an itu bukan pesan rahasia besar, melainkan laporan cuaca yang dulu dikirim lewat telegraf. Temuan ini membuat Silk Dress Cryptogram berpindah dari wilayah spekulasi liar ke penjelasan historis yang jauh lebih masuk akal.

Kisahnya bermula dari sebuah gaun bustle sutra dengan saku tersembunyi. Sara Rivers Cofield menemukan gaun itu di toko barang antik di Maine pada 2013, lalu mendapati dua lembar kertas berkode di dalamnya yang sudah lama terlupakan.

Setelah temuannya dibagikan di blog, banyak orang mencoba menguraikan isi kertas tersebut. Selama sekitar satu dekade, berbagai dugaan muncul, mulai dari judi ilegal, ukuran gaun, sampai sandi mata-mata, karena rangkaian kata seperti “Bismark omit leafage buck bank” memang terdengar tak masuk akal bagi pembaca modern.

Petunjuk yang benar-benar mengubah arah penyelidikan justru datang dari detail kecil di dalam kode itu. Ada angka dan catatan mirip jam dengan warna berbeda, termasuk “101 PM”, “1115 PM”, dan “1124 P”, yang kemudian disalin dengan lebih hati-hati oleh Wayne Chan dari University of Manitoba.

Dari pengamatan itu, Chan menduga isi kertas tersebut bukan pesan spionase, melainkan bentuk singkat dari pesan telegraf. Ia kemudian menelusuri 170 buku kode telegraf, tetapi pencarian awal belum membuahkan kecocokan yang meyakinkan.

Titik terang muncul ketika Chan membaca buku lama Telegraphic Tales and Telegraphic History. Di sana ia menemukan contoh kode cuaca yang dipakai U.S. Army Signal Corps, lalu melanjutkan penelusuran bersama NOAA’s Central Library di Maryland hingga menemukan buku kode cuaca yang sebelumnya belum ditelusuri, termasuk terbitan 1892.

Struktur isi kertas itu akhirnya cocok dengan laporan cuaca. Setiap baris memuat observasi cuaca di lokasi tertentu beserta waktu pengamatan, lalu data itu dahulu dikirim lewat telegraf ke kantor Signal Service pusat di Washington, D.C.

Formatnya ternyata sangat teratur. Nama stasiun ditulis tanpa sandi, lalu disusul kata-kata kode untuk suhu, tekanan udara, titik embun, presipitasi atau arah angin, pengamatan awan, serta kecepatan angin atau catatan matahari terbenam.

Salah satu contoh yang paling jelas adalah frasa “Bismark, omit, leafage, buck, bank”. Di balik lima kata itu tersembunyi laporan cuaca untuk Bismarck, Dakota Territory, dengan suhu 56 derajat Fahrenheit, tekanan barometrik 30.08 inHG, titik embun 32 derajat, langit cerah tanpa presipitasi, angin dari utara, matahari terbenam cerah, dan kecepatan angin 12 mil per jam.

Sistem seperti ini mulai dipakai pada 1887 dan memungkinkan enam kata mewakili satu laporan cuaca lengkap. Karena hanya digunakan oleh pejabat pemerintah yang menyusun peta cuaca, isi kertas itu tidak mudah dikenali sebagai dokumen meteorologi oleh pembaca modern.

Meski isi kode sudah terbaca, asal-usul gaunnya sendiri masih belum tuntas. Rivers-Cofield menemukan label bertuliskan “Bennett” di dalam gaun, tetapi Chan belum berhasil mengaitkannya dengan seorang perempuan di staf administratif U.S. Army Signal Service di Washington, D.C.

Penelusuran lanjutan sempat mengarah ke beberapa kemungkinan, termasuk perempuan yang terkait dengan organisasi cuaca pendahulu dan teori tentang rumah tangga pekerja telegraf. Namun, belum ada petunjuk yang cukup kuat untuk memastikan siapa pemilik gaun itu atau apakah label Bennett memang miliknya.

Rivers-Cofield menyebut gaun itu menyimpan sekitar 130 tahun sejarah yang belum diketahui. Label tersebut bisa saja ditambahkan belakangan, atau gaun itu mungkin pernah berpindah lewat laundry, donasi, penjualan ulang, atau rumah tangga yang menangani laporan cuaca telegraf.

Baca Juga

Back to top button