Bagi pengguna yang menaruh perhatian besar pada hasil video dan foto, Vivo X300 Ultra langsung menempatkan kamera sebagai senjata utama. Perangkat ini tidak hanya membawa empat kamera Zeiss, tetapi juga dukungan video 4K 120fps di semua lensa, termasuk ultra wide.
Pendekatan itu membuat X300 Ultra terlihat menonjol di kelas flagship. Saat banyak ponsel masih membatasi fitur video tinggi hanya pada kamera utama, Vivo justru memperluas kemampuan tersebut ke seluruh sistem kamera.
Empat lensa, empat karakter
Vivo membekali X300 Ultra dengan Zeiss Master Lenses Collection yang memakai sensor besar di tiap modul. Susunan ini dirancang agar pengguna punya fleksibilitas lebih luas saat berpindah focal length untuk kebutuhan foto maupun video.
Kamera ultra wide 14mm memakai sensor Sony LYT-818. Vivo mengklaim performanya 3,5 kali lebih luas dibanding sensor sejenis pada umumnya.
Di bagian utama, Vivo menggunakan sensor Sony LYT-900 berukuran hampir 1 inci dengan resolusi 200MP. Sementara itu, kamera telefoto 85mm juga hadir dengan resolusi 200MP dan mendukung autofocus hingga 360fps, yang diklaim dua kali lipat di atas standar kompetitor saat ini.
Hadi Mandala, Product Manager Vivo Indonesia, menegaskan bahwa pengembangan perangkat ini berfokus pada fungsionalitas kamera bagi pengguna. Fokus itu terlihat dari upaya Vivo memberi ruang kreasi di berbagai focal length, bukan hanya di satu lensa unggulan.
Video tinggi di semua lensa
Salah satu pembeda paling besar dari X300 Ultra ada pada kemampuan merekam video 4K 120fps di seluruh lensa. Vivo menyebut penerapan fitur tersebut pada kamera ultra wide sebagai pencapaian pertama di industri ponsel pintar.
Untuk kebutuhan yang lebih serius, perangkat ini juga mendukung Movie Master 4K 120fps 10-bit Log dengan format APV 422. Dukungan itu disiapkan agar hasil video lebih mudah masuk ke alur kerja produksi sinema profesional.
Vivo turut menambahkan dukungan Dolby Vision untuk perekaman dan pemutaran. Langkah ini ditujukan agar warna dan kontras tetap konsisten saat hasil rekaman dipindahkan ke berbagai perangkat pemutar.
Warna dan stabilisasi ikut dipoles
Sisi warna pada X300 Ultra juga mendapat perhatian khusus. Vivo memakai sensor multispektral 12 saluran dan menghadirkan teknologi HDRi Ultra untuk menjaga warna tetap natural di berbagai kondisi pencahayaan.
Safira Putri Widiani, Product Manager X Series, menggambarkan filosofi visual perangkat ini dengan kalimat “What you see is actually what you get”. Pendekatan itu menegaskan upaya Vivo menjaga hasil gambar agar mendekati tampilan yang terlihat saat memotret atau merekam.
Pengguna juga mendapat Vivo Color Palette untuk mengatur kecerahan dan intensitas nada warna. Hasil pengaturan bisa dibagikan melalui QR Code, sementara Cinematic Video Color Style disediakan untuk memberi tampilan sinematik tanpa penyuntingan warna lanjutan.
Di sektor stabilisasi, X300 Ultra memakai sistem 3D Gimbal Great OIS pada kamera telefoto. Vivo menyebut sistem ini setara dengan standar kamera profesional dedicated pada level CIPA 7.0.
Aksesori untuk jangkauan lebih jauh
Vivo juga menyiapkan Telephoto Extender Kit Gen 2 Ultra sebagai aksesori tambahan. Kit ini mendukung stabilisasi CIPA 4.5 dan dapat memperluas jangkauan hingga setara 400mm.
Kehadiran aksesori tersebut memperkuat arah X300 Ultra sebagai perangkat yang tidak hanya mengejar angka spesifikasi. Vivo tampak ingin menjadikan ponsel ini sebagai alat kerja yang serbaguna untuk fotografi dan video, terutama bagi pengguna yang memprioritaskan kualitas optik, warna, dan kestabilan hasil akhir.





