Empat EV Murah Ini Punya Keunggulan Berbeda, Ada Yang Unggul Tenaga Hingga Kabin Lega

Di antara mobil listrik murah yang sedang ramai dibicarakan, Changan Lumin justru menarik perhatian karena kabinnya terasa lebih lega. Ukuran lebarnya sekitar 1.700 mm membuat mobil ini punya nilai jual berbeda di kelas kompak, meski kapasitasnya tetap empat orang.

Persaingan di rentang Rp100 juta hingga Rp200 jutaan memang tidak lagi sekadar soal harga. Pembeli sekarang harus menimbang tenaga, jarak tempuh, fitur digital, keselamatan, sampai kemampuan membawa penumpang.

BYD Atto 1 muncul sebagai model yang paling kuat jika fokusnya ada pada performa. Motor listriknya menghasilkan 55 kW atau setara 73 tenaga kuda dengan torsi 135 Nm, lalu varian tertingginya mampu berjalan hingga 380 km.

Bekal itu membuat Atto 1 terasa paling fleksibel di antara empat model yang dibandingkan. Mobil ini juga jadi satu-satunya yang bisa menampung lima penumpang, sehingga lebih relevan untuk keluarga kecil yang butuh mobil listrik terjangkau tetapi tetap fungsional.

Pilihan yang berbeda arah

Wuling Air ev Lite mengambil pendekatan yang lebih sederhana untuk mobilitas perkotaan. Tenaganya berada di 30 kW atau sekitar 40 tenaga kuda dengan torsi 110 Nm, sehingga posisinya lebih cocok untuk penggunaan harian yang praktis.

Seres E1 punya karakter performa yang mirip dengan Air ev Lite. Bedanya, model ini memberi nilai tambah di sisi perlengkapan keselamatan yang lebih lengkap, terutama pada sistem pengereman.

Changan Lumin sendiri berada di tengah soal tenaga. Outputnya 47 tenaga kuda dengan torsi 83 Nm, jadi masih di bawah BYD Atto 1 tetapi sedikit di atas Wuling Air ev Lite dan Seres E1.

Fitur yang membuat posisi masing-masing makin jelas

Saat masuk ke urusan perlengkapan, BYD Atto 1 kembali tampil paling lengkap. Mobil ini membawa layar 10,1 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, lalu dilengkapi hingga 6 airbag pada varian tertinggi.

Atto 1 juga dibekali Electric Parking Brake dan Auto Hold. Kombinasi ini membuat kesannya lebih premium di kelas harga terjangkau.

Wuling Air ev Lite menawarkan keunggulan lewat konektivitas. Sistem WIND memungkinkan kontrol kendaraan melalui aplikasi, sehingga cocok untuk pengguna yang mengutamakan kemudahan digital.

Seres E1 lebih menonjol pada sisi keamanan dasar. Mobil ini sudah menggunakan rem cakram di keempat roda, disertai ABS, EBD, ESC, dan Hill Hold Control.

Di bagian interior, Seres E1 juga membawa kontrol AC digital. Detail ini membuat kabinnya terasa lebih modern untuk kebutuhan praktis sehari-hari.

Changan Lumin mengandalkan layar 10,25 inci yang mendukung konektivitas smartphone. Mobil ini tidak disebut paling lengkap dalam urusan keselamatan, tetapi tetap menarik untuk penggunaan harian yang simpel.

Kabin dan kapasitas jadi pembeda terakhir

Di luar tenaga dan fitur, dimensi kabin juga ikut menentukan arah pilihan. Changan Lumin punya keunggulan pada ruang yang terasa lebih lega, walau tetap dibatasi untuk empat penumpang.

Kondisi serupa berlaku untuk Wuling Air ev Lite dan Seres E1. Keduanya lebih pas untuk penggunaan sendiri, berdua, atau perjalanan pendek di dalam kota.

Dengan karakter yang berbeda-beda, empat mobil listrik murah ini menunjukkan bahwa pasar EV terjangkau tidak lagi menawarkan satu jawaban untuk semua orang. Pilihan akhirnya bergantung pada prioritas pengguna, apakah mengejar performa, fitur digital, keselamatan, atau ruang kabin.

Baca Juga

Back to top button