Emoji Android Naik Kelas Lewat Noto 3D, Google Tinggalkan Kesan Meniru Apple

Bagi pengguna Android, desain emoji sering kali lebih penting daripada yang terlihat. Sebab, di percakapan digital, emoji bukan hanya hiasan, melainkan juga penanda nada, emosi, dan maksud yang sulit disampaikan lewat teks singkat.

Google kini mencoba memberi wajah baru pada elemen kecil yang sangat sering dipakai itu lewat Noto 3D. Sekitar 4.000 emoji Android dibuat tampil lebih berdimensi, lebih berkilau, dan lebih menonjol, sehingga kesannya terasa lebih hidup saat muncul di layar.

Perubahan ini terlihat paling jelas saat emoji lama dan baru dibandingkan berdampingan. Warna pelangi tampak lebih tegas, gurita terlihat lebih ekspresif, dan bunga sakura hadir dengan nuansa yang lebih kaya.

Google menyebut pendekatan baru itu memberi sentuhan fisik pada emoji. Dengan begitu, tampilan visualnya tidak lagi terasa datar, tetapi lebih memberi kesan hadir dalam percakapan sehari-hari.

Dari era blob ke tampilan yang lebih matang

Penyegaran ini juga menandai jarak yang semakin jauh dari masa awal emoji di Android. Pada satu periode, perangkat Android hanya menampilkan gambar hitam-putih yang sangat dasar untuk emoji.

Google baru benar-benar mendukung emoji pada 2013, dan fase setelahnya kemudian dikenal sebagai era blob. Saat itu, emoji Android berbentuk bulat tak beraturan dan mudah dikenali, meski sering dianggap aneh.

Desain blob punya daya tarik sendiri karena sebagian besar tampak ceria. Ada juga desain yang tetap terlihat bergaya meski tidak memiliki wajah lengkap.

Namun era itu berakhir pada 2017. Setelah itu, Google mulai mengarahkan desain emoji agar lebih mendekati pendekatan visual Apple supaya tampilan lintas platform lebih mudah dipahami.

Mengurangi salah paham antarperangkat

Alasan perubahan ini tidak berhenti pada urusan estetika. Perbedaan tampilan emoji antara Android dan iPhone pernah memicu salah paham yang terasa seperti adegan sitkom.

Masalahnya terletak pada interpretasi visual di masing-masing platform, bukan pada karakter Unicode yang dikirim. Emoji yang terlihat lucu atau netral di satu perangkat bisa terbaca berbeda saat muncul di perangkat lain.

Karena itu, keputusan Google untuk meninggalkan blob membantu mempersempit jurang persepsi antara Android dan iOS. Lewat Noto 3D, Google kini tetap membawa gaya yang akrab, tetapi tidak lagi terasa sekadar mengikuti Apple.

Hasilnya, emoji Android tampil lebih mewah dan lebih ekspresif tanpa mengorbankan keterbacaan. Identitas visualnya tetap berbeda, tetapi kini lebih hidup dan lebih matang untuk penggunaan harian.

Mulai hadir di ekosistem Google

Pembaruan ini mungkin bukan fitur teknis yang rumit, tetapi dampaknya besar karena emoji dipakai sangat sering. Setiap balasan singkat, reaksi di grup, hingga pesan personal bisa ikut berubah hanya karena desain baru yang lebih hidup.

Google memperkenalkan emoji baru itu dalam acara The Android Show. Perusahaan juga menyatakan Noto 3D pada akhirnya akan hadir di seluruh ekosistem Google.

Distribusinya akan dimulai lebih dulu ke ponsel Pixel pada akhir tahun ini. Setelah itu, tampilan baru tersebut akan meluas ke layanan dan produk Google lainnya.

Source: www.androidpolice.com

Baca Juga

Back to top button