Kesepakatan Hee Ju dan Jang Wook di Gold Land ternyata tidak berdiri di atas rasa aman, melainkan sama-sama waspada satu sama lain. Meski begitu, keduanya tetap memilih jalan bersama karena masing-masing melihat peluang besar dari emas batangan milik Yes Money.
Yang menarik, kerja sama itu tidak dibuka tanpa batas. Hee Ju dan Jang Wook justru sejak awal menetapkan pagar yang jelas: mereka hanya sepakat bergerak sampai sepuluh batang emas berhasil dijual.
Di balik kesepakatan tersebut, Jang Wook bukan orang asing bagi Hee Ju. Ia adalah teman masa kecil Hee Ju di Jeongsan, dan ia langsung mengenali wajah perempuan itu saat kabur dengan mobil yang membawa peti mati milik Yes Money.
Situasi makin rumit ketika Direktur Park Ho Cheol meminta kesaksian soal siapa kaki tangan Lee Do Kyung yang mengendarai mobil itu. Jang Wook memilih berpura-pura tidak tahu, dan sikap itu tidak hanya menunjukkan upaya melindungi Hee Ju, tetapi juga membuka ruang bagi kepentingannya sendiri.
Dari titik itulah tawaran kerja sama muncul. Hee Ju tidak mungkin mengurus emas batangan itu sendirian, sementara Jang Wook melihat kesempatan untuk ikut mengambil untung dari situasi tersebut.
Pembagian tugas mereka dibuat sangat rinci agar alur penjualan tetap berjalan. Jang Wook bertanggung jawab menjual emas batangan hingga berubah menjadi uang, sekaligus melebur emas batangan seberat 10 kilogram itu menjadi 10 bagian, masing-masing 1 kilogram.
Hee Ju mendapat tugas yang tidak kalah penting. Ia harus menyerahkan satu batang emas 10 kilogram kepada Jang Wook setiap tiga hari sekali agar prosesnya tidak terhenti.
Soal keuntungan, keduanya menyusun pembagian yang sama-sama menguntungkan, termasuk untuk Do Kyung. Karena Jang Wook memegang peran sebagai penjual, ia juga menerima sepertiga dari uang hasil penjualan emas batangan itu.
Meski kerja sama berjalan di atas kepentingan bersama, ada masalah besar yang sudah muncul sejak awal. Hee Ju ternyata berbohong soal jumlah emas batangan yang ia simpan, karena ia mengaku hanya punya 10 buah padahal jumlah aslinya lebih dari 100 buah.
Kebohongan itu membuat batas kerja sama mereka terasa rapuh sejak awal. Sepuluh batang emas pertama memang sudah berhasil dijual dalam waktu singkat, tetapi masih ada banyak pertanyaan tentang bagaimana hubungan bisnis yang dibangun di atas saling curiga ini akan bertahan ke depan.
Source: www.idntimes.com