Perubahan paling terasa di industri judi olahraga saat ini bukan hanya soal kompetisi antaroperator, tetapi juga soal arah produk yang mulai menggeser minat pengguna. Di satu sisi, perusahaan memangkas biaya dengan bantuan AI, sementara di sisi lain pasar prediksi terus menyedot perhatian yang sebelumnya banyak mengalir ke sportsbook tradisional.
Tekanan itu kini terlihat dari langkah dua nama besar, Penn Entertainment dan Gambling.com Group. Keduanya sama-sama melakukan pengurangan tenaga kerja ketika bisnis menuntut efisiensi lebih tinggi dan ruang pertumbuhan semakin sempit.
AI mempercepat penghematan
Gambling.com Group memangkas sekitar 150 karyawan bersamaan dengan laporan laba kuartal pertama. Perusahaan itu mencatat rugi $1,2 juta dengan pendapatan yang tetap berada di $40,4 juta.
CEO incoming Kevin McCrystle mengatakan AI kini menghasilkan sekitar 80% kode engineering baru. Dorongan itu mendukung target penghematan tahunan sebesar $13 juta.
Langkah efisiensi tersebut tidak datang tanpa konsekuensi. Perusahaan juga menurunkan proyeksi pendapatan penuh 2026 ke kisaran $165 juta hingga $170 juta, sementara sahamnya anjlok lebih dari 45% setelah pengumuman itu.
Tekanan pada bisnis afiliasi dan pemasaran taruhan ikut diperburuk oleh volatilitas pencarian Google. Di saat yang sama, aturan yang lebih ketat di Finlandia dan Inggris membuat ruang gerak industri ini makin terbatas.
Pemangkasan juga menyentuh lini digital Penn
Penn Entertainment mengambil langkah serupa dengan memotong lebih dari 75 posisi dari divisi Interactive. Pemangkasan itu menyasar tim di theScore Bet, online casino, dan social gaming.
Langkah tersebut memperdalam restrukturisasi korporasi yang dilakukan pada Januari. Saat itu, Penn mengonsolidasikan teknologi di bawah Aaron LaBerge dan menghapus dua peran eksekutif senior.
Penn melaporkan pendapatan kuartal pertama sekitar $1,4 miliar. Meski masih memiliki basis bisnis besar, pemangkasan di divisi digital menunjukkan bahwa efisiensi kini juga menyentuh unit yang sebelumnya dipandang sebagai mesin pertumbuhan.
Pasar prediksi makin agresif
Di saat operator menekan biaya, pasar prediksi justru terus membesar. Layoff Tracker menilai pengumuman terbaru itu sebagai tanda bahwa venue prediksi sedang menguras pengguna dari sportsbook yang diatur.
Penilaian tersebut diperkuat oleh pertumbuhan aktivitas kontrak olahraga di platform-platform yang diawasi CFTC. Polymarket dan Kalshi telah memproses sekitar $150 miliar dalam volume gabungan seumur hidup, dan kontrak olahraga menyumbang sebagian besar aktivitas terbaru itu.
Kalshi mencatat volume perdagangan bulanan $14,8 miliar pada April. Untuk pertama kalinya dalam delapan bulan, angka itu melampaui Polymarket.
Perkembangan ini memperlihatkan betapa cepat minat pengguna bergeser ke produk berbasis event contracts. Pergeseran tersebut menambah tekanan bagi sportsbook reguler yang sudah harus menghadapi efisiensi internal dan perubahan perilaku pasar.
Respon industri belum seragam
Tidak semua pemain mengambil posisi yang sama terhadap event contracts. DraftKings baru-baru ini mengakuisisi bursa berlisensi CFTC dan bermitra dengan Polymarket untuk clearing.
Penn memilih tetap menjauh dari event contracts karena ketidakpastian regulasi. American Gaming Association juga masih mendorong klasifikasi yang lebih ketat agar kontrak semacam itu diperlakukan sebagai perjudian.
Dengan biaya yang dipangkas lewat AI, restrukturisasi yang berlanjut, dan minat pengguna yang bergeser ke pasar prediksi, industri judi olahraga sedang berada dalam fase perubahan yang cepat. Perusahaan yang bertahan tampak harus menyesuaikan diri bukan hanya pada sisi operasional, tetapi juga pada bentuk produk yang kini lebih menarik perhatian pasar.





