ECG Hingga Deteksi Risiko Diabetes, Watch Fit 5 Pro Makin Jauh dari Fit 5 dengan Selisih Rp 1,3 Juta

Selisih harga Rp 1,3 juta membuat Huawei Watch Fit 5 dan Watch Fit 5 Pro tidak lagi terlihat sekadar beda nama. Di pasar Indonesia, angka itu menjadi pembeda antara jam tangan pintar yang fungsional dan varian yang dibekali fitur kesehatan serta material yang lebih lengkap.

Pada level paling dasar, keduanya masih berbagi banyak hal yang sama. Huawei menyematkan panel AMOLED, dukungan Always-On Display, serta sistem operasi HarmonyOS 6.1 pada kedua model, dengan kompatibilitas untuk perangkat Android dan iOS.

Fokus utama ada di fitur kesehatan

Perbedaan paling mencolok justru muncul di sektor pemantauan tubuh. Watch Fit 5 Pro membawa modul detak jantung terbaru dengan konfigurasi 6 LED dan 6 PPG, lalu ditambah sensor suhu tubuh, ECG, dan depth sensing.

Ada pula fitur pengukur risiko diabetes yang menjadi sorotan di model Pro. Huawei menjelaskan sistem ini mengumpulkan data fisiologis pengguna selama 3 hingga 14 hari untuk menilai potensi risiko, tetapi tidak mengukur kadar gula darah secara langsung.

Watch Fit 5 reguler tetap mendapat peningkatan sensor detak jantung yang sama seperti model Pro. Namun, model ini tidak membawa ECG, depth sensing, maupun fitur analisis risiko diabetes.

Layar dan material ikut membedakan kelas

Di bagian tampilan, Watch Fit 5 Pro tampil lebih besar dan lebih terang. Varian ini memakai layar 1,92 inci dengan tingkat kecerahan hingga 3.000 nits, sementara Watch Fit 5 menggunakan layar 1,82 inci dengan kecerahan maksimal 2.500 nits.

Huawei juga menambahkan perlindungan kaca sapphire 2.5D pada Watch Fit 5 Pro. Sementara itu, Watch Fit 5 masih memakai bingkai aluminium dengan bezel yang sedikit lebih tebal, sehingga kesan premiumnya tidak setinggi model Pro.

Perbedaan desain di sisi kanan bodi tidak terlalu jauh. Keduanya sama-sama membawa dua tombol, yaitu digital crown dan tombol pintasan, sehingga pengalaman navigasinya tetap mirip.

Bukan hanya tampilan, urusan material juga naik kelas

Watch Fit 5 Pro menggunakan material titanium, yang membuatnya terasa lebih premium saat dipakai. Jam ini juga dibekali strap AirDry berbahan kain tenun berlapis silikon yang disebut tahan air dan minyak, lebih ringan, serta memiliki sirkulasi udara yang lebih baik.

Pada Watch Fit 5 reguler, perlakuan material tidak seistimewa varian Pro. Perbedaan itu ikut menegaskan bahwa Huawei memang menempatkan model ini sebagai pilihan yang lebih sederhana.

Untuk olahraga air, Pro melangkah lebih jauh

Kedua jam mendukung lebih dari 100 mode olahraga dan sama-sama mengantongi sertifikasi tahan air 5 ATM. Huawei juga menyertakan mode bersepeda yang sudah diperbarui pada keduanya.

Namun, Watch Fit 5 Pro punya kemampuan yang tidak dimiliki model reguler, yakni dukungan menyelam hingga kedalaman 40 meter. Pada mode selam, varian Pro menawarkan pelatihan dan pemantauan tambahan, termasuk pengukuran kedalaman dan peringatan batas maksimum.

Daya tahan dan software tidak jadi pembeda

Di sektor baterai, Huawei memberi klaim yang sama untuk kedua model. Baterainya disebut mampu bertahan hingga 7 hari untuk penggunaan normal, hingga 10 hari untuk penggunaan ringan, dan sekitar 4 hari saat Always-On Display aktif.

Dengan perangkat lunak yang juga sama, perbedaan keduanya lebih terasa di paket fitur ketimbang platform. Artinya, pengguna tidak akan menemukan jarak besar di sisi sistem, melainkan pada kelengkapan sensor, material, dan kemampuan olahraga air.

Di Indonesia, Huawei Watch Fit 5 dipasarkan Rp 2,4 juta, sedangkan Watch Fit 5 Pro dijual Rp 3,7 juta. Keduanya tersedia dalam beberapa pilihan warna dan mulai dipasarkan pada 21 Mei 2026 melalui toko resmi serta mitra penjualan Huawei di Indonesia.

Source: tekno.kompas.com

Baca Juga

Back to top button