Dundalk kembali pulang dengan rasa frustrasi setelah keunggulan dan kendali yang mereka bangun di babak pertama lenyap begitu laga memasuki fase krusial. Ciaran Kilduff menilai masalah terbesar timnya bukan soal mampu atau tidak bersaing, melainkan hilangnya fokus selama sekitar 25 menit di awal babak kedua yang mengubah arah pertandingan.
Di Dalymount Park, Dundalk sempat terlihat nyaman menghadapi Bohemians sebelum jeda. Mereka mencetak gol yang bagus, mendapatkan peluang lain, dan berhasil menjaga lawan tetap tanpa ancaman berarti, tetapi semua itu runtuh setelah turun minum.
Kilduff menyebut timnya sudah menunjukkan cukup banyak hal positif pada 45 menit pertama. Namun, ia menegaskan bahwa performa seperti itu tidak berarti apa-apa jika standar permainan merosot dalam periode singkat yang menentukan hasil akhir.
“Poin tidak diberikan saat jeda,” tegas Kilduff, sambil menyoroti bahwa hasil baru benar-benar ditentukan ketika pertandingan selesai. Ia melihat 25 menit awal babak kedua sebagai periode yang tidak dapat diterima karena Dundalk seperti kehilangan kendali sepenuhnya.
Pukulan pertama datang dari gol pembuka Bohemians yang menurut Kilduff terjadi akibat kegagalan membersihkan bola dari area sendiri. Bola kemudian memantul dan berakhir di gawang, sebuah momen yang langsung mengubah suasana pertandingan.
Situasi Dundalk semakin berat setelah Rob Cornwall menerima kartu merah karena melanggar Ross Tierney. Dari insiden itu, Bohemians memperoleh penalti dan Dundalk kehilangan peluang untuk bangkit di sisa laga.
Bagi Kilduff, rangkaian masalah itu memperlihatkan pola yang tidak asing. Ia menilai penurunan fokus setelah turun minum sudah beberapa kali muncul dan membuat timnya langsung dihukum lawan begitu konsentrasi mulai goyah.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Kilduff tetap meminta timnya melihat posisi mereka secara lebih luas. Ia mengingatkan bahwa Dundalk adalah tim promosi yang masih berusaha menyesuaikan diri dan tetap kompetitif di kasta tertinggi sebisa mungkin.
Ia juga membela Enda Minogue meski catatan kebobolan Dundalk sudah mencapai 16 gol dalam 10 pertandingan. Menurut Kilduff, sumber persoalan utama bukan ada pada penjaga gawang, melainkan pada kegagalan tim mempertahankan level permainan sampai akhir.
Kekalahan 1-3 ini membuat tekanan di klasemen semakin terasa bagi Dundalk. Mereka kini berjarak enam poin dari zona play-off degradasi, sehingga respons cepat menjadi kebutuhan mendesak sebelum pola penurunan yang sama kembali terulang.
Kilduff merangkum kekecewaannya dengan menyoroti kontras yang tajam antara dua babak. “Kami punya 45 menit yang sangat bagus lalu 25 menit yang benar-benar nol,” katanya, menggambarkan betapa mahalnya hilang fokus di momen yang seharusnya bisa dijaga.





