Dukungan Ekonomi Dan Arus Asing Masih Menahan Laju, Empat Saham Ini Dipantau Pasar

Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini masih menarik perhatian karena indeks saham acuan tersebut kembali membuka peluang untuk melaju ke area 8.300. Kekuatan pasar belum sepenuhnya mereda, terutama ketika volume transaksi tetap ramai dan minat beli di saham-saham unggulan masih terlihat.

Dukungan datang dari kondisi domestik yang relatif stabil, sementara investor asing juga masih mencatatkan arus beli pada saham berkapitalisasi besar sejak awal sesi. Dalam situasi seperti ini, pasar cenderung menyoroti saham-saham dengan katalis yang jelas, terutama dari sektor perbankan, otomotif, alat berat, dan kertas.

Secara perdagangan terakhir, IHSG berada di level 7.247,41 setelah naik 0,68 persen atau 48,79 poin. Indeks LQ45 ikut menguat 0,53 persen ke 980,62, yang menegaskan bahwa saham-saham unggulan masih menjadi pilihan utama pelaku pasar.

Aktivitas transaksi juga terpantau tinggi. Volume perdagangan mencapai 16,39 miliar lembar saham dengan nilai Rp9,02 triliun, sedangkan frekuensi transaksi menyentuh 981.488 kali. Data ini menunjukkan pasar masih likuid dan partisipasi investor tetap kuat.

Dari keseluruhan saham yang berpindah tangan, 284 saham bergerak naik, 232 saham turun, dan 239 saham stagnan. Komposisi itu memperlihatkan pasar belum bergerak seragam, tetapi sentimen positif masih cukup kuat untuk menjaga arah indeks.

Sektor yang menahan laju indeks

Penguatan IHSG hari ini terutama ditopang oleh sektor perbankan dan infrastruktur. Keduanya kerap dipandang sebagai sektor yang sensitif terhadap pandangan investor mengenai stabilitas ekonomi nasional.

Seorang analis dari Indopremier menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka menuju resistensi 8.300. Ia menekankan bahwa fundamental ekonomi yang solid tetap menjadi motor utama yang menggerakkan pasar saham domestik.

Dorongan tersebut juga diperkuat oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat di level 5,05 persen. Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar biasanya lebih selektif membaca area support dan resistance agar keputusan beli dan jual tetap terukur.

Empat saham yang banyak dipantau

Di antara saham-saham yang disorot, emiten perbankan masih mendominasi daftar perhatian karena dinilai punya peluang dukungan dari kebijakan moneter yang kondusif. Mirae Asset dan Bareksa termasuk yang menempatkan beberapa saham berikut dalam radar investor hari ini:

  1. BBRI: bergerak dalam pola konsolidasi positif dengan target harga jangka pendek di Rp6.200 per lembar saham.
  2. BMRI: menunjukkan momentum teknikal yang kuat setelah menembus resistensi minor.
  3. ASII: mendapat dukungan dari pemulihan sektor otomotif serta diversifikasi bisnis alat berat.
  4. INKP: memperoleh sentimen positif dari kenaikan harga komoditas kertas di pasar internasional.

Keempat saham itu menarik perhatian karena masing-masing membawa katalis yang berbeda, tetapi sama-sama berada dalam radar saham unggulan. Dalam kondisi pasar yang masih aktif, perubahan volume dan pergerakan intraday tetap perlu dicermati agar keputusan transaksi lebih disiplin.

Pasar luar negeri memberi sinyal campuran

Di sisi eksternal, pergerakan bursa global belum seragam. Dow Jones berada di level 46.358,42 setelah turun tipis 0,52 persen, sehingga sentimen dari Amerika Serikat belum menjadi pendorong yang kuat.

Sebaliknya, pasar Asia justru bergerak lebih optimistis. Hang Seng naik 4,04 persen dan Shanghai menguat 3,23 persen, sehingga peta global masih menunjukkan perbedaan arah yang cukup lebar.

Kondisi campuran itu membuat analis teknikal tetap relevan untuk membaca arah IHSG secara lebih objektif. Selama arus modal asing masih mencatat beli bersih di pasar reguler hingga penutupan sesi pertama, saham-saham unggulan masih berpeluang menjaga sentimen positif indeks sepanjang tekanan eksternal tidak meningkat tajam.

Exit mobile version