Penyelidikan yang menyeret nama mantan Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero kini memasuki tahap yang lebih sensitif karena melibatkan kerja sama lintas negara. Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat atau DHS ikut membantu Kepolisian Nasional Spanyol dalam penyidikan pencucian dana publik internasional yang kini menjadi sorotan besar di Madrid.
Keterlibatan unsur Amerika Serikat itu datang melalui kantor Homeland Security Investigations atau HSI di Madrid. Juru bicara DHS menyebut HSI tetap berkomitmen bekerja bersama mitra internasional untuk memerangi kejahatan global dan menegakkan supremasi hukum.
Di tengah pemeriksaan itu, Pengadilan Tinggi Spanyol menyebut Zapatero sedang diselidiki atas dugaan memimpin jaringan yang melakukan influence-peddling dan pencucian uang. Nama mantan pemimpin Spanyol yang menjabat pada 2004 hingga 2011 itu pun ikut menambah tekanan politik di ibu kota.
Fokus perkara ini berkaitan dengan dugaan upaya memengaruhi persetujuan bantuan publik senilai 53 juta euro untuk Plus Ultra. Dana itu berasal dari skema dukungan solvabilitas Spanyol selama pandemi COVID-19, sementara maskapai tersebut menerima bailout negara pada 2021.
Pemeriksaan ke perangkat digital
Dalam perintah pengadilan, Pengadilan Tinggi menyebut HSI mengekstrak informasi dari perangkat seluler milik Rodolfo Reyes. Sosok itu terkait dengan Plus Ultra dan juga sedang diselidiki, sebelum informasi tersebut kemudian diserahkan kepada polisi Spanyol.
Hakim penyelidik Jose Luis Calama menemukan indikasi penggunaan perusahaan cangkang, dokumen palsu, dan saluran keuangan yang tidak transparan. Pola itu diduga dipakai untuk menyembunyikan asal dan tujuan dana senilai 1,95 juta euro.
Zapatero sendiri membantah melakukan kesalahan pada Selasa. Ia masih aktif di politik dan baru-baru ini terlihat menghadiri rapat umum untuk mendukung kandidat Sosialis dalam pemilihan daerah di Andalusia.
Dampak politik di Madrid
Kasus ini muncul saat pemerintah berhaluan kiri di Madrid sudah berada di bawah bayang-bayang sejumlah skandal korupsi. Karena itu, perkara yang menyentuh nama Zapatero tidak hanya memicu perhatian hukum, tetapi juga memperlebar tekanan terhadap pemerintahan saat ini.
Perdana Menteri Pedro Sanchez pada Rabu menyatakan dukungan untuk Zapatero dan menolak menggelar pemilu dini. Di parlemen, ia menegaskan bahwa dirinya menghormati peradilan dan asas praduga tak bersalah.
Sanchez juga mengatakan, “All my support for Prime Minister Zapatero”. Pernyataan itu langsung memancing reaksi keras dari oposisi.
Pemimpin oposisi Alberto Nunez Feijoo menuduh Sanchez naik ke tampuk kekuasaan untuk “plunder everything” dan menyebut Spanyol dipimpin orang-orang korup. Sementara itu, dari kubu kiri, Gabriel Rufian dari partai Catalan ERC mempertanyakan batas antara lobi dan influence-peddling.
Di tingkat internasional, Zapatero dikenal pernah bertindak sebagai mediator dengan pemerintah Venezuela untuk membantu pembebasan tahanan politik. Peran itu membuatnya tetap memiliki pengaruh di lingkaran politik Sosialis Spanyol, meski kini namanya kembali berada di bawah sorotan penyelidikan.





