Dua insiden maritim yang terjadi hampir bersamaan membuat jalur pelayaran di sekitar Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian. Di kawasan yang sangat penting bagi arus energi dunia itu, satu kapal tanker disita dan sebuah kapal kargo berbendera India tenggelam setelah mengalami serangan.
Situasi ini langsung memunculkan kekhawatiran baru soal keamanan pelayaran di perairan yang menghubungkan produsen minyak utama di Teluk dengan pasar global. Setiap gangguan di titik tersebut biasanya memicu perhatian luas karena dampaknya dapat menjalar ke arus perdagangan energi dan pengiriman barang.
Tanker dibawa ke arah Iran
Operasi Perdagangan Maritim Inggris menyebut kapal tanker yang belum diidentifikasi itu dibawa ke arah Iran saat berada sekitar 38 mil laut di utara Kota Fujairah, Uni Emirat Arab. Otoritas maritim Inggris memastikan kapal itu berada di perairan dekat Selat Hormuz ketika insiden terjadi.
Hingga kini, pihak yang bertanggung jawab atas penyitaan belum diumumkan. Identitas pemilik kapal juga belum diungkap, sementara investigasi masih berlangsung.
Kapal berbendera India tenggelam setelah kebakaran
Di lokasi lain, kapal kargo berbendera India tenggelam di lepas pantai Oman setelah diserang. Serangan itu memicu kebakaran di atas kapal sebelum akhirnya kapal tidak dapat diselamatkan.
Pemerintah India mengatakan seluruh awak berhasil diselamatkan oleh pihak berwenang Oman. Tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut, meski New Delhi menegaskan serangan itu tidak dapat diterima.
Kementerian Luar Negeri India juga menyampaikan bahwa pelayaran komersial dan pelaut sipil seharusnya tidak menjadi sasaran. Sikap itu menambah tekanan diplomatik di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan maritim di kawasan.
Ketegangan Iran dan Amerika Serikat ikut tersorot
Dua insiden ini terjadi saat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Kawasan ini memang kerap dipandang sensitif karena setiap eskalasi berpotensi mengganggu lalu lintas kapal tanker dan kapal kargo.
Sebelumnya, pejabat parlemen Iran menyatakan bahwa Teheran memiliki dasar hukum internasional dan domestik untuk mencegat kapal yang dianggap melanggar aturan di kawasan tersebut. Iran juga menyebut memiliki hak menyita kapal tanker minyak yang memiliki hubungan dengan Amerika Serikat.
Juru Bicara Peradilan Iran Asghar Jahangir, dikutip dari AP, mengatakan penyitaan kapal tanker minyak Amerika yang melanggar aturan merupakan tindakan yang didasarkan pada hukum domestik dan internasional. Ia juga menyebut penahanan kapal dilakukan berdasarkan putusan pengadilan Iran yang dinilai tegas dan final setelah prosedur hukum selesai.
Risiko jalur strategis kembali menguat
Rangkaian kejadian ini menegaskan rapuhnya keamanan pelayaran di sekitar Selat Hormuz. Jika ketegangan berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan operator kapal dan negara-negara di Teluk, tetapi juga berpotensi menekan stabilitas ekonomi global.
Pasar energi biasanya menjadi pihak yang paling cepat merespons gangguan di jalur tersebut. Karena itu, perkembangan terbaru di kawasan ini kini dipantau ketat oleh pelaku perdagangan internasional, otoritas maritim, dan negara-negara yang bergantung pada kelancaran arus minyak serta barang.
Source: www.beritasatu.com