Di balik pengembangan drone di Iowa State University, fokus utamanya bukan sekadar membuat alat terbang yang lebih canggih. Tim peneliti sedang membangun sistem yang dapat memeriksa kualitas air langsung di lokasi, sehingga sampel tidak perlu lagi dibawa pulang ke laboratorium.
Pendekatan ini ditujukan untuk mempercepat pengambilan data dan mengurangi proses yang selama ini dianggap merepotkan. Bagi petani maupun tim yang bekerja di area sulit dijangkau, cara seperti ini membuka peluang pemeriksaan yang lebih cepat dan lebih praktis.
Sensor ringan untuk pekerjaan yang biasanya berat
Tantangan terbesar dalam proyek ini ada pada perangkat sensornya. Banyak sensor serupa terlalu berat untuk dipasang di drone, sehingga tim harus menyesuaikan desain agar alat tetap bisa terbang sambil membawa kemampuan analisis yang dibutuhkan.
Di Howe Hall, pengembangan sistem berlangsung lewat kerja sama dosen dan mahasiswa. Kontribusi mahasiswa menjadi bagian penting dalam membangun rangkaian alat yang memungkinkan pengumpulan dan analisis sampel air secara real time.
Nathan Neihart, profesor teknik elektro dan komputer yang terlibat dalam proyek itu, menjelaskan bahwa salah satu komponen kuncinya adalah pengendali. “Ini mengontrol waktunya, jadi kapan melakukan tes dan tes apa yang dijalankan,” katanya.
Dari kelas desain ke prototipe lapangan
Ide awal proyek ini berawal dari kelas desain mahasiswa. Setelah itu, mahasiswa pascasarjana mengembangkan gagasan tersebut dan menyempurnakan beberapa prototipe sampai menjadi sistem yang dapat dioperasikan di lapangan.
Jonathan Claussen, pemimpin proyek, menyebut pengujian konvensional sebagai proses yang merepotkan dan memakan waktu. Karena itu, tim berupaya membuat alat yang bisa langsung bekerja di lokasi tanpa alur kerja yang panjang.
Dengan rancangan seperti ini, drone dapat mengumpulkan air lalu menganalisisnya tanpa perlu membawa sampel kembali ke laboratorium. Proses tersebut memangkas waktu pengumpulan data secara signifikan dan membuat pengukuran bisa dilakukan lebih cepat.
Claussen juga menilai pendekatan ini memungkinkan banyak penginderaan dilakukan sekaligus. Menurut dia, tim tidak perlu menunggu lama karena air tidak harus dipindahkan ke tempat lain untuk diperiksa.
Manfaat saat terjadi pencemaran
Selain berguna untuk kebutuhan rutin, teknologi ini juga dinilai relevan saat terjadi insiden kontaminasi. Dengan pengambilan sampel yang terus-menerus, drone dapat membantu memetakan penyebaran polutan secara real time.
Michelle Soupir, salah satu profesor dalam tim, mengatakan tujuan utamanya adalah memahami secepat mungkin sejauh mana tumpahan menyebar untuk kebutuhan mitigasi. Informasi semacam itu penting agar respons di lapangan bisa lebih tepat sasaran.
Saat ini drone tersebut masih digunakan secara internal dan pengembangannya terus berjalan. Proyek ini didanai melalui hibah USDA yang masih berlaku dua tahun lagi, sehingga risetnya masih punya ruang untuk disempurnakan lebih lanjut.
Neihart menyebut proyek ini relatif mudah direplikasi. Ia juga menilai teknologi tersebut berpotensi dijalin dengan pihak industri, tetapi tetap bisa menjadi model yang mudah ditiru oleh kelompok riset lain.





