Drama Adu Penalti Warnai Gelar Pacarkeling Dan Manukan Kulon Di MLSC Surabaya

Dua final yang berakhir dengan adu penalti menjadi penanda paling kuat dari MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2026. Di tengah persaingan yang ketat itu, SDN Pacarkeling V/186 B dan SDN Manukan Kulon berhasil naik podium sebagai juara baru di kategori KU 12 dan KU 10.

Turnamen sepak bola putri tersebut diikuti 1.620 siswi dari 78 SD dan MI di Surabaya dan sekitarnya. Pertandingan berlangsung di Lapangan Bogowonto dan Lapangan Bola Jala Krida, dengan peserta terbagi ke dalam 73 tim KU 10 dan 77 tim KU 12.

Dua kategori, dua drama berbeda

Partai puncak KU 10 memperlihatkan perubahan alur yang tajam. SDN DR. Sutomo V/327 sempat memimpin lebih dulu lewat gol Shezan Azarine Fahima pada menit kedua dan Nayla Nur Hafizah tujuh menit kemudian.

SDN Manukan Kulon belum habis dan mulai menipiskan jarak melalui tendangan bebas jarak jauh Keyvara Malayeka pada babak pertama. Situasi kembali menekan Manukan Kulon setelah Adiba Utomo Putro membuat DR. Sutomo menjauh 3-1 pada babak kedua.

Manukan Kulon menolak menyerah

Ketika laga tampak berat, Manukan Kulon justru menemukan momentum terbaiknya. Keyvara kembali mencetak gol pada menit ke-24 dan ke-27 untuk melengkapi hattrick sekaligus menyamakan skor menjadi 3-3.

Skor imbang itu memaksa pertandingan ditentukan lewat adu penalti, dan Manukan Kulon tampil lebih tenang. Hasil tersebut membuat mereka mengamankan gelar juara KU 10, sementara Keyvara terpilih sebagai Best Player KU 10.

Keyvara menyebut dorongan pelatih membuat timnya tetap fokus mengejar ketertinggalan. Perannya menjadi penting dalam kebangkitan Manukan Kulon setelah sempat dua kali tertinggal cukup jauh.

Pacarkeling membalas di KU 12

Final KU 12 juga berjalan ketat sejak awal. SDN Manukan Kulon lebih dulu unggul melalui Emily Zitara pada menit kelima setelah memanfaatkan ruang tembak untuk menaklukkan kiper Mikayla Ramadhania.

Keunggulan itu bertahan sampai jeda karena Manukan Kulon menjaga tekanan dengan rapi. Namun, SDN Pacarkeling V/186 B bangkit pada babak kedua dan menyamakan skor lewat tendangan keras Locita Waranggaini Olah Nismara pada menit ke-19.

Duel kemudian berlanjut ke adu penalti karena kedudukan 1-1 tak berubah hingga waktu normal habis. Setelah enam penendang, skor masih sama kuat 5-5 sebelum aturan coin toss digunakan untuk menentukan giliran penendang dan penjaga gawang.

Dalam momen penentuan itu, Darleine Maryam Khairunisa menjalankan tugasnya dengan baik dan memastikan Pacarkeling keluar sebagai juara. Hasil itu sekaligus menggagalkan peluang Manukan Kulon membawa pulang dua gelar dari dua kategori.

Panggung yang makin kompetitif

Pelatih Pacarkeling, Septyan Kurnia Hardiantoro, menilai timnya tidak diprediksi melaju sejauh itu. Ia menyebut mayoritas pemain masih berusia 10 tahun, tetapi mampu tampil berani saat laga masuk fase paling menentukan.

Locita kemudian dinobatkan sebagai Best Player KU 12. Ia menegaskan bahwa mental pantang menyerah menjadi modal utama timnya saat berhasil bangkit dari ketertinggalan 0-1.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen Ferreira Tiago, melihat kualitas pemain putri di Surabaya terus meningkat. Menurut dia, ekosistem sepak bola di kota itu makin matang dan melahirkan banyak pemain potensial.

Jacksen juga menyiapkan pemain terbaik untuk masuk skuad MilkLife Soccer Challenge All Star yang akan tampil di Kudus pada pertengahan Juni mendatang. Dengan pembinaan yang tepat, dia menilai potensi para siswi Surabaya masih bisa berkembang lebih besar lagi.

Persaingan individu di turnamen ini juga berlangsung rapat. KU 10 mencatat Atsilah Dhia Syarafana sebagai top scorer dengan 31 gol, Almahyra Sheza Arifin sebagai Best Goalkeeper, dan SDN Sawahan 4 sebagai Fair Play Team.

Di KU 12, gelar top scorer diraih Anindita Lesmana dengan 29 gol. Ainur Fitriani terpilih sebagai Best Goalkeeper, sedangkan SDN Pakis 1/368 mendapatkan predikat Fair Play Team.

Source: www.medcom.id

Baca Juga

Back to top button