Doha Saat Diplomasi Berjalan, Serangan AS Di Iran Selatan Memperbesar Risiko Perundingan Tergelincir

Di tengah upaya menjaga jalur negosiasi tetap terbuka, serangan militer AS di selatan Iran justru menambah lapisan baru ketegangan. Operasi itu terjadi saat pembicaraan damai di Doha masih berjalan, sehingga momen serangan langsung menarik perhatian pada rapuhnya proses diplomasi yang sedang dibangun.

Pusat Komando AS atau CENTCOM menyebut tindakan tersebut sebagai langkah “self-defence” untuk melindungi pasukan AS dari ancaman yang datang dari Iran. Dalam keterangan kepada Al Jazeera, juru bicara CENTCOM Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins mengatakan target serangan mencakup lokasi peluncuran rudal dan sebuah kapal Iran yang berupaya menempatkan ranjau.

CENTCOM menegaskan pihaknya tetap menjaga keselamatan pasukan AS sambil menunjukkan pengekangan selama gencatan senjata berlangsung. Meski begitu, lembaga itu tidak merinci skala operasi maupun hasil serangan terbaru tersebut.

Yang membuat situasi ini semakin sensitif adalah status gencatan senjata antara AS dan Iran yang disebut masih berlaku sejak 8 April. Dengan kondisi itu, setiap aksi militer baru berpotensi memengaruhi ruang negosiasi yang masih coba dipertahankan kedua pihak.

Di Doha, delegasi tingkat tinggi Iran sudah lebih dulu tiba pada hari yang sama untuk membahas hambatan menuju kesepakatan damai permanen. Delegasi itu dipimpin Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.

Kehadiran mereka bertemu dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan pembicaraan damai “berjalan baik”. Namun, ia juga menegaskan tidak akan menerima apa pun selain kesepakatan yang substansial.

Lewat Truth Social, Trump menulis bahwa hasil yang diinginkan harus menjadi “Great Deal for all or, no Deal at all”. Sikap itu menunjukkan bahwa pintu negosiasi masih terbuka, tetapi ruang kompromi tetap sempit.

Dari Washington, jurnalis Al Jazeera Alan Fisher menilai serangan tersebut berpotensi mengganggu pembicaraan yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran. Ia juga menyebut informasi yang disampaikan pihak AS masih sangat terbatas, sehingga dampak penuh operasi itu belum bisa dinilai dengan jelas.

Fisher menambahkan bahwa belum jelas apakah bentrokan itu tergolong tidak biasa. Meski demikian, ia melihat Trump tampaknya masih ingin mendorong negosiasi agar menghasilkan kesepakatan damai.

Kombinasi antara serangan di selatan Iran dan pembicaraan di Doha memperlihatkan dua jalur yang berjalan bersamaan namun saling menekan. Di satu sisi, diplomasi masih dijaga agar tidak putus, tetapi di sisi lain aksi militer terbaru menunjukkan betapa mudahnya proses itu terguncang.

Selama detail operasi AS belum dibuka lebih jauh, pengaruh nyata serangan tersebut terhadap pembicaraan damai masih menyisakan tanda tanya. Doha kini menjadi titik uji bagi kedua pihak untuk melihat apakah negosiasi masih bisa bergerak ke arah terobosan.

Baca Juga

Back to top button