Wayfair kembali menunjukkan bahwa toko fisik masih menjadi bagian penting dari strateginya. Perusahaan ini membuka megastore seluas 130.000 kaki persegi di Cincinnati, Ohio, di saat sahamnya masih bergerak tertekan dan volatil.
Lokasi baru di Marburg Avenue menambah bobot Cincinnati dalam peta ekspansi Wayfair. Kota ini kini menjadi titik penting bagi perusahaan di kawasan Midwest, sekaligus memperkuat kehadiran ritel yang dinilai strategis untuk kategori perlengkapan rumah tangga.
Cincinnati jadi pintu ke Tri-State
Wayfair melihat Cincinnati sebagai pasar yang menarik karena kekuatan ritelnya dan jangkauan yang luas ke kawasan Tri-State. Dari kota ini, perusahaan ingin menjangkau pelanggan di Ohio, Kentucky, dan Indiana melalui jaringan layanan yang lebih dekat ke konsumen.
Liza Lefkowski, Vice President of Merchandising and Stores di Wayfair, menyebut Cincinnati sebagai pasar yang menarik bagi perusahaan. Ia menyoroti kombinasi lingkungan ritel yang kuat dan cakupan wilayah Tri-State sebagai alasan utama pemilihan lokasi.
Gerai baru ini juga menjadi toko fisik kedua Wayfair di Ohio. Kehadirannya memperluas jejak ritel perusahaan di wilayah yang dinilai kuat untuk kebutuhan rumah.
Format toko dan pengiriman digabung
Megastore tersebut akan menjual dekorasi, furnitur, dan peralatan rumah berlabel Wayfair Verified. Pelanggan juga dapat memesan barang berukuran besar untuk dikirim langsung ke rumah, sehingga toko ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat melihat produk.
Model itu memperlihatkan cara Wayfair menggabungkan pengalaman belanja langsung dengan layanan pengiriman. Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya perusahaan membangun jaringan omnichannel yang menyatukan kehadiran fisik dan layanan digital.
Kehadiran toko baru ini juga menggantikan lokasi ritel At Home yang akan ditutup pada musim panas ini. Perubahan itu mengisi kembali ruang ritel besar yang sudah ada di kawasan tersebut dan menggeser dinamika persaingan lokal.
Ekspansi berjalan saat saham tertekan
Pembukaan megastore Cincinnati terjadi ketika saham Wayfair sedang berada di bawah tekanan. Menurut Yahoo Finance dan Simply Wall St, saham perusahaan turun 24 persen dalam sebulan terakhir dan merosot 45 persen sepanjang tahun berjalan.
Meski begitu, total pengembalian pemegang saham dalam satu tahun masih tercatat positif 46,98 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih memberi ruang bagi pergerakan Wayfair, walau sentimen jangka pendek belum sepenuhnya stabil.
Di sisi pendanaan, Wayfair juga telah menerbitkan penawaran surat utang senior terjamin senilai 400 juta dolar AS dengan bunga 7,125 persen dan jatuh tempo pada 2034. Kombinasi ekspansi ritel dan langkah pendanaan itu memperlihatkan upaya perusahaan menjaga momentum pertumbuhan jangka panjang melalui saluran fisik sekaligus struktur modalnya.