Di Tengah Gaza Yang Terluka, Ribuan Jemaah Tetap Salat Iduladha Di Al Aqsa

Di tengah situasi Gaza yang masih diliputi luka panjang, Iduladha 1447 H tetap tiba sebagai penanda bahwa tradisi keagamaan warga Palestina belum padam. Di Yerusalem, ribuan umat Muslim justru memadati halaman Masjid Al Aqsa untuk menunaikan salat Iduladha, menghadirkan pemandangan yang sarat makna di tengah ketidakpastian yang belum mereda.

Kehadiran jemaah dalam jumlah besar itu menunjukkan bahwa ruang ibadah tetap dijaga meski kehidupan warga Palestina masih berada di bawah tekanan berkelanjutan. Masjid Al Aqsa, yang menjadi salah satu lokasi paling penting bagi umat Islam, kembali menjadi titik berkumpulnya masyarakat yang mempertahankan hubungan mereka dengan tempat suci dan tanah yang mereka anggap bagian dari identitas mereka.

Suasana Iduladha di tengah tekanan

Sejak pagi, halaman Masjid Al Aqsa dipenuhi jemaah yang datang untuk salat Iduladha. Antusiasme mereka tetap tinggi meski kondisi di lapangan jauh dari normal, sehingga perayaan hari besar itu berlangsung dengan nuansa duka sekaligus keteguhan.

Bagi warga Palestina, momen seperti ini tidak berhenti pada ibadah tahunan semata. Iduladha juga menjadi simbol daya tahan spiritual di tengah blokade dan kekerasan yang belum mereda, termasuk saat pelanggaran gencatan senjata oleh pihak zionis Israel masih terus berlangsung sejak Oktober 2025.

Gaza terus mencatat korban

Di saat umat Muslim beribadah di Al Aqsa, situasi di Gaza masih memburuk. Data otoritas kesehatan Gaza menyebut lebih dari 880 orang terbunuh dan lebih dari 2.645 orang lainnya terluka sejak pelanggaran gencatan senjata pada 10 Oktober 2025.

Jika ditarik sejak agresi yang bermula pada Oktober 2023, jumlah korban jiwa disebut telah melampaui 72.000 orang. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak, sehingga dampak perang terhadap warga sipil terlihat sangat luas dan terus meninggalkan beban kemanusiaan yang berat.

Kerusakan dan kebutuhan dasar yang makin sulit

Kondisi Jalur Gaza juga makin terpukul karena kerusakan infrastruktur telah mencapai 90 persen. Situasi itu membuat kehidupan sehari-hari warga semakin berat, terutama bagi keluarga yang kehilangan rumah dan akses dasar.

Di tengah kehancuran tersebut, prosesi kurban tetap diupayakan berjalan. Daging hewan kurban menjadi harapan penting bagi masyarakat miskin dan para pengungsi yang terdampak langsung oleh serangan militer, terutama ketika kebutuhan paling dasar pun sulit dipenuhi.

Perayaan Iduladha tahun ini akhirnya tampil bukan hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai penegasan bahwa warga Palestina terus menjaga tradisi mereka di tengah krisis yang belum berakhir. Di Masjid Al Aqsa, ribuan jemaah menunjukkan bahwa semangat beribadah tetap hidup, bahkan ketika Gaza masih dibayangi pelanggaran gencatan senjata dan kerusakan yang meluas.

Source: mediaindonesia.com
Exit mobile version