Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Paris tidak hanya membawa agenda diplomasi, tetapi juga pesan kedekatan dengan warga Indonesia di luar negeri. Di tengah rangkaian resmi di Prancis, ia dijadwalkan salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris sebelum bersilaturahmi dengan WNI di ibu kota tersebut.
Kehadiran Prabowo di Paris menjadi sorotan karena datang bersama penegasan bahwa lawatan ini memiliki sasaran yang lebih besar. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut kunjungan itu sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia di Eropa, dengan Prancis dipandang sebagai salah satu mitra penting.
Prabowo tiba di Bandara Orly, Paris, pada pukul 10.00 waktu setempat setelah menempuh perjalanan udara sekitar 16 jam dari Jakarta. Setibanya di bandara, ia disambut Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis Jean-Pierre Farandou bersama regu jajar kehormatan.
Di luar bandara, sambutan juga datang dari ratusan warga negara Indonesia yang sudah menunggu sejak pagi di hotel tempat Presiden menginap. Antusiasme diaspora itu menunjukkan bahwa agenda Prabowo di Paris menarik perhatian besar dari komunitas Indonesia di sana.
Teddy menjelaskan bahwa kunjungan kenegaraan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lama dan sempat beberapa kali dijadwalkan ulang. Karena itu, momentum di Paris dinilai penting untuk mendorong hubungan strategis Indonesia di Eropa melalui jalur yang lebih terarah.
Dalam pandangan pemerintah, Indonesia dan Prancis memiliki ruang kerja sama strategis di sejumlah bidang. Teddy juga menekankan bahwa kedua negara saling melengkapi dalam konteks global, dengan Indonesia sebagai gerbang utama hubungan Eropa ke Asia.
Di sisi lain, Prancis disebut sebagai pintu penting bagi hubungan Asia, khususnya Asia Tenggara, menuju Eropa. Kerangka itu membuat kunjungan Prabowo diposisikan bukan sekadar lawatan bilateral biasa, melainkan bagian dari diplomasi yang lebih luas.
Salat Idul Adha dan silaturahmi dengan WNI di Wisma KBRI Paris pun menjadi bagian dari rangkaian yang menyatukan agenda keagamaan dan kenegaraan. Pemerintah memandang kombinasi itu sebagai cara menunjukkan bahwa Indonesia aktif membangun kemitraan strategis dengan negara-negara kunci di Eropa.
Paris akhirnya menjadi panggung yang memperlihatkan dua sisi sekaligus, yakni hubungan personal Presiden dengan warga Indonesia dan penguatan posisi diplomatik Indonesia di kawasan Eropa. Di tengah agenda itu, Prabowo tetap dijadwalkan hadir bersama WNI di Wisma KBRI Paris saat Idul Adha berlangsung.
Source: www.suara.com