Bagi Changan, tantangan terbesar mobil listrik di Indonesia bukan hanya soal produk, tetapi juga soal kebiasaan pakai dan kesiapan pengisian daya. Karena itu, perusahaan melihat daerah di luar Jakarta sebagai wilayah yang paling masuk akal untuk pendekatan elektrifikasi yang berbeda lewat REEV.
Di banyak daerah, SPKLU belum tersebar merata. Kondisi itu membuat mobil listrik murni belum selalu menjadi pilihan yang praktis, terutama untuk kebutuhan harian masyarakat yang belum bisa sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya publik.
REEV diposisikan sebagai jalan tengah
Changan menempatkan REEV sebagai jawaban untuk situasi tersebut. Teknologi ini tetap memberi sensasi berkendara seperti mobil listrik, tetapi tidak menuntut ketergantungan penuh pada pengisian daya publik seperti EV murni.
Pendekatan itu dinilai lebih relevan untuk pengguna di daerah yang ingin merasakan karakter mobil listrik, tetapi masih membutuhkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Dengan begitu, REEV menjadi alternatif yang lebih lentur dibanding mobil listrik murni.
Berbeda dari PHEV
Meski sekilas terlihat mirip, Changan menegaskan REEV bukan PHEV. Perbedaannya terletak pada fungsi mesin bensin yang tidak terhubung ke roda, sehingga perannya tidak sama dengan sistem hibrida plug-in.
CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, menekankan bahwa istilah yang dipakai perusahaan memang REEV. Penegasan ini penting karena Changan ingin membedakan teknologinya secara jelas dari jenis elektrifikasi lain yang sudah lebih familiar di pasar.
Deepal S05 jadi model pembuka
Untuk Indonesia, model REEV pertama Changan akan hadir lewat Deepal S05. Mobil ini sudah dipasarkan di sejumlah negara, termasuk Thailand, dan menjadi pembuka strategi REEV merek tersebut di Tanah Air.
Di Thailand, Deepal S05 REEV dijual mulai 949.000 Baht atau sekitar Rp 514,5 jutaan. Namun, Changan belum mengumumkan spesifikasi lokal yang akan digunakan untuk pasar Indonesia.
Posisi di bawah Deepal S07 EV
Changan sudah memperkenalkan Changan S05 REEV di Indonesia pada awal April 2026. Dalam struktur produknya, model ini akan ditempatkan di bawah Deepal S07 EV.
Susunan itu memberi gambaran bahwa S05 disiapkan sebagai opsi yang lebih terjangkau dibanding S07 EV. Pada daftar harga mobil Changan di Indonesia untuk Mei 2026, Deepal S07 tercatat Rp 599 juta dan Lumin Rp 205 juta, semuanya berstatus on the road Jakarta.
Fokus ke kebutuhan harian daerah
Dengan strategi tersebut, Changan tampak tidak hanya membidik konsumen kota besar. REEV diarahkan sebagai jembatan bagi pengguna di daerah yang membutuhkan mobilitas harian tanpa harus bergantung penuh pada SPKLU.
Setiawan juga menyebut pemasangan charging di rumah sudah cukup membantu untuk pemakaian harian. Bagi konsumen daerah, kombinasi ini dinilai lebih sesuai dibanding mobil listrik murni yang masih sangat bergantung pada pengisian daya publik.
Arah itu memperlihatkan cara Changan membaca pasar Indonesia dari sisi yang berbeda. Saat banyak merek menitikberatkan elektrifikasi di pusat kota, Changan justru melihat peluang yang besar di wilayah yang infrastruktur pengisian dayanya belum siap sepenuhnya.
Source: otomotif.katadata.co.id




