Pasar laptop Dell kini bergerak ke dua arah yang sama-sama kuat: perangkat gaming yang lebih ringkas dan laptop kerja yang makin pintar lewat akselerasi AI lokal. Dari situ, Alienware 15, Dell 14S, dan Dell 16S muncul sebagai tiga model yang ditujukan untuk kebutuhan yang berbeda, tetapi sama-sama mengikuti arah baru industri laptop.
Di kelas gaming, Alienware 15 hadir sebagai opsi yang lebih kecil di keluarga Alienware generasi baru. Posisi ini membuatnya berada di antara Alienware 16, 16X Aurora, dan Area 51, sambil tetap membawa spesifikasi yang ditujukan untuk permainan modern.
Alienware 15: ringkas, tetapi tetap serius untuk gaming
Dell menyediakan beberapa pilihan prosesor untuk Alienware 15, yaitu AMD Ryzen 7 260 atau Ryzen 5 220, serta Intel Core 7 240H atau Core 5 210H. Di sisi grafis, tersedia opsi NVIDIA GeForce RTX 5060, RTX 5050, atau RTX 4050 dengan dukungan DLSS.
Laptop ini memakai layar WUXGA 15,3 inci dengan refresh rate 165Hz dan TPP hingga 110W. Untuk memori, Dell memberi dukungan hingga 32GB DDR5 5.600MT/s lewat dua slot SO-DIMM yang bisa diakses pengguna.
Penyimpanan juga dibuat fleksibel karena Alienware 15 membawa SSD PCIe Gen 4 NVMe 1TB yang dapat diganti pengguna. Sistem pendinginnya memakai teknologi Cryo-tech dengan dua kipas dan pipa panas tembaga.
Dell turut menambahkan tombol pintas stealth mode, keyboard full-size dengan numpad, port HDMI, USB-C, USB-A, dan RJ45. Engselnya bisa dibuka 180 derajat, sementara ketahanannya sudah diuji melalui siklus buka-tutup engsel, ketahanan jatuh, dan toleransi terhadap tumpahan cairan.
Dari sisi harga, varian AMD dibuka mulai 1299 USD. Varian Intel dipasarkan mulai 1349 USD.
Dell 14S dan 16S: laptop kerja yang menonjolkan AI lokal
Berbeda dari Alienware 15, Dell 14S dan Dell 16S diarahkan ke pengguna produktivitas yang mulai membutuhkan kemampuan AI langsung di perangkat. Keduanya memakai Intel Core Ultra Series 3, dengan konfigurasi hingga Core Ultra 9 386H, dan Dell juga menyebut varian lain berbasis AMD Ryzen AI 400 Series akan hadir dalam beberapa hari mendatang.
Fokus utama dua model ini ada pada akselerasi AI bawaan yang didukung NPU hingga 50 TOPS. Dell memposisikannya sebagai laptop produktivitas berbasis AI, bukan sekadar notebook biasa dengan prosesor baru.
Pendekatan itu diarahkan untuk panggilan video, respons sistem, dan efisiensi penggunaan harian yang bisa berjalan langsung di perangkat. Dell juga mengklaim Dell 14S menawarkan peningkatan performa multitasking hingga 97% dibanding generasi sebelumnya, sedangkan Dell 16S disebut meningkat hingga 59%.
Desain tipis, layar beragam, dan baterai panjang
Dell 14S memiliki bobot 1,45 kg, sedangkan Dell 16S berbobot 1,76 kg. Keduanya menggunakan bodi aluminium dengan sasis 15,3 mm dan tersedia dalam warna Celestial Blue serta Frost Blue.
Pilihan layarnya cukup berlapis. Dell menawarkan panel FHD+ hingga 400 nits, panel QHD+ dengan refresh rate hingga 120Hz dan kecerahan 500 nits, serta opsi OLED dengan cakupan warna 100% DCI-P3 dan dukungan Dolby Vision.
Untuk audio, keduanya memakai speaker dengan tuning Dolby Atmos dan teknologi Smart Amplifier. Kombinasi ini membuat Dell 14S dan 16S tidak hanya menonjol sebagai laptop kerja, tetapi juga terasa lebih siap untuk konsumsi media harian.
Daya tahan baterai menjadi nilai jual lain. Dell mengklaim Dell 14S mampu mencapai hingga 24 jam produktivitas dan 18 jam streaming, sedangkan Dell 16S disebut bisa bertahan hingga 26 jam untuk streaming dan 14 jam untuk produktivitas.
Harga awal Dell 14S di AS adalah 1269.99 USD. Dell 16S dibanderol mulai 1319.99 USD, sehingga keduanya ditempatkan dekat dengan segmen yang menginginkan laptop kerja tipis, layar premium, dan fitur AI lokal dalam satu perangkat.
Source: tech.sportskeeda.com




