Tes motor prototipe MotoGP 850 cc milik Ducati di Mugello memberi sinyal menarik sejak awal. Nicolo Bulega, yang baru pertama kali menjajal motor itu, langsung mencatat waktu 1 menit 47,2 detik dan membuat namanya ikut masuk dalam pembicaraan soal proyek baru Ducati.
Catatan tersebut terasa penting bukan hanya karena datang dari pebalap World Superbike, tetapi juga karena motor yang dipakai masih berada dalam fase pengembangan menuju regulasi 2027. Dalam sesi itu, Bulega menggunakan ban Pirelli dan menyelesaikan 20 lap, hasil yang cukup untuk menunjukkan bahwa adaptasinya berlangsung cepat.
Debut yang langsung mencuri perhatian
Di tengah uji coba privat di Mugello, hasil Bulega menjadi sorotan karena ia mampu tampil kompetitif pada kesempatan pertamanya. Motor yang ia kendarai bukan Desmosedici 1.000 cc yang dipakai Ducati saat ini, melainkan basis motor generasi baru untuk era MotoGP berikutnya.
Laporan GPOne.com menyebut Bulega unggul 0,4 detik atas pebalap uji resmi Ducati, Michele Pirro. Ia juga lebih cepat 1,3 detik dibanding Dani Pedrosa yang turun dengan motor KTM dalam pengujian yang sama.
Posisi Bulega di proyek Ducati makin kuat
Perbandingan itu membuat hasil debut Bulega tampak lebih bernilai. Di antara para pebalap yang lebih dulu terlibat dalam pengembangan motor tersebut, catatannya justru langsung berada di level kompetitif.
Bulega sendiri datang ke pengujian ini dengan modal performa kuat di World Superbike. Pebalap asal Italia itu sebelumnya membukukan 16 kemenangan beruntun di WSBK, lalu mendapat tugas tambahan untuk membantu Ducati menyiapkan motor generasi berikutnya.
Ia juga bukan nama asing dalam struktur Ducati. Sebelumnya, Bulega sempat menggantikan Marc Marquez yang cedera pada putaran terakhir MotoGP musim lalu, sebelum kemudian dikontrak untuk ikut dalam program pengembangan motor 2027 di luar komitmennya di WSBK.
Pirro sudah lebih dulu memulai pekerjaan
Sebelum giliran Bulega turun di Mugello, Michele Pirro lebih dahulu mendapat jatah menguji motor 850 cc itu. Pebalap uji senior Ducati tersebut sempat menjajal motor baru di sesi V2 Champ Academy di Misano, lalu melanjutkan pengujian privat di Mugello.
Kehadiran Ducati di Mugello juga tidak sendirian. KTM dan Honda ikut hadir dalam pengujian privat yang sama, menandakan bahwa pabrikan mulai serius menggarap arah baru menuju regulasi MotoGP berikutnya.
Belum selevel rekor Mugello, tetapi tetap relevan
Meski angka 1 menit 47,2 detik terdengar kuat, catatan itu masih jauh dari patokan tercepat MotoGP 1.000 cc di Mugello. Rekor kualifikasi resmi sirkuit tersebut masih dipegang Marc Marquez dengan 1 menit 44,169 detik.
Untuk lap tercepat balapan, angka terbaik di Mugello masih dipegang Francesco Bagnaia lewat 1 menit 45,770 detik pada 2024. Selisih itu penting sebagai konteks, karena motor 850 cc Ducati memang belum berada di tahap akhir pengembangan.
Karena itu, hasil Bulega lebih tepat dibaca sebagai tanda awal yang menjanjikan. Bukan sebagai pembanding langsung dengan motor MotoGP spek saat ini, melainkan sebagai gambaran bahwa fondasi teknis Ducati sudah menunjukkan arah yang kompetitif.
Dampak lanjutan untuk 2027
Tes di Mugello juga memunculkan pembahasan soal peluang Bulega naik ke MotoGP pada 2027. Keterlibatannya dalam proyek motor baru Ducati, ditambah performa yang terus menonjol di World Superbike, membuat peluang itu ikut terbuka.
Namun, jalan menuju kelas utama tetap bergantung pada situasi di tim satelit Ducati. Posisi Fabio Di Giannantonio disebut ikut menentukan, terutama bila ia memperpanjang kontrak dengan VR46 atau memilih pindah ke KTM.
Untuk saat ini, yang paling menonjol dari Mugello adalah satu hal sederhana: seorang pebalap WSBK datang untuk pertama kali, lalu langsung lebih cepat dari Michele Pirro dan Dani Pedrosa dalam sesi pengujian motor Ducati 850 cc. Catatan itu membuat Bulega bukan sekadar peserta tes, melainkan bagian penting dari arah pengembangan Ducati menuju era baru MotoGP.
Source: oto.detik.com




