Bukan semua game dalam seri Life is Strange meninggalkan bekas yang sama. Ada judul yang menonjol karena emosi dan hubungan antar tokohnya, ada yang kuat lewat atmosfer, dan ada pula yang terasa belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi.
Ketika seluruh seri dilihat sebagai satu rangkaian, perbedaannya makin jelas. Dari kisah dua sahabat di kota kecil sampai perjalanan lintas Amerika Serikat, tujuh game ini memperlihatkan bagaimana Life is Strange terus bermain di wilayah drama, pilihan bercabang, dan unsur supernatural yang dekat dengan kehidupan karakternya.
7. The Awesome Adventures of Captain Spirit
Di antara judul lain, game ini terasa paling ringkas karena bisa dimainkan gratis dan hanya memakan waktu sekitar dua jam. Ceritanya berpusat pada Chris, anak kecil yang menjalani hari dengan imajinasi sebagai pahlawan super sambil menyelesaikan tugas rumah.
Di balik nuansa yang tampak ringan, cerita ini menyimpan beban emosional yang cukup berat. Salah satu karakter utama harus berhadapan dengan kecanduan setelah kehilangan orang terdekat, sehingga pengalaman singkat ini tetap meninggalkan rasa yang kuat.
6. Life is Strange: Before the Storm
Judul ini bergerak lebih intim dengan menyorot Chloe Price dan Rachel Amber. Suasananya lebih kelam, dan banyak pemain menilai kekuatan utamanya justru ada pada penulisan hubungan antartokoh yang terasa dekat serta personal.
Meski begitu, format tiga episode membuat alurnya dianggap kurang punya ruang untuk berkembang maksimal. Penutup ceritanya juga dinilai terburu-buru, sementara pilihan pemain tidak memberi dampak sebesar yang diharapkan.
5. Life is Strange: Double Exposure
Kembalinya Max Caulfield sempat membangkitkan nostalgia kuat karena tokoh ini sudah lama dikenal penggemar. Dalam game ini, Max bekerja sebagai fotografer di universitas sebelum kembali terseret ke tragedi ketika salah satu sahabatnya terbunuh.
Namun, kehadiran tokoh lama tidak otomatis membuat pengalaman ini melampaui game pertama. Area eksplorasi yang sempit dan alur yang mudah ditebak membuatnya terasa kurang meninggalkan kesan dibanding beberapa judul lain dalam seri.
4. Life is Strange 2
Seri ini mengambil arah yang lebih luas karena tidak lagi bertumpu pada kota kecil yang sama. Fokusnya bergeser ke Sean yang harus melarikan diri bersama adiknya, Daniel, setelah Daniel menyadari kemampuan telekinetiknya.
Perjalanan mereka melintasi Amerika Serikat tidak hanya menjadi kisah pelarian, tetapi juga pencarian jati diri. Game ini juga mendapat perhatian karena berani mengangkat sudut pandang yang jarang muncul, termasuk pengalaman menjadi orang Meksiko di Amerika Serikat.
3. Life is Strange: True Colors
True Colors kembali mendekat ke akar seri dengan misteri kematian di kota kecil dan deretan karakter yang menarik. Alex Chen menjadi pusat cerita, lalu kemampuan empath yang dimilikinya dipakai untuk mengungkap kebenaran di balik tragedi di Haven Springs.
Secara visual, game ini disebut sebagai yang paling memukau dalam seri. Pilihan pemain juga terasa berpengaruh, bahkan pada keputusan kecil, sementara peluncuran semua episode sekaligus membuat alurnya mengalir lebih langsung dan tidak terlalu terputus.
2. Life is Strange
Sebagai game pertama, judul ini masih dianggap sebagai fondasi terpenting dalam seluruh waralaba. Max Caulfield mendapat kemampuan memutar waktu, lalu bekerja sama dengan Chloe untuk menyelidiki hilangnya seorang teman sekolah sambil menghadapi rangkaian penglihatan misterius.
Kekuatan utamanya ada pada keseimbangan antara drama dan horor yang berjalan rapat. Hubungan Max dan Chloe yang kompleks membuat lima episodenya terasa emosional dan sulit dilupakan, sesuatu yang jarang dicapai game petualangan lain.
1. Life is Strange: Reunion
Judul ini mempertemukan kembali Max dan Chloe ketika konsekuensi dari Double Exposure masih terasa. Kehadiran Chloe menjadi pusat perhatian karena perdebatan “Bay vs. Bae” memang belum pernah benar-benar hilang di komunitas penggemar seri ini.
Bagi banyak penggemar lama, momen reuni tersebut membawa bobot emosional yang besar. Di titik ini, Life is Strange kembali menunjukkan daya tarik terkuatnya, yaitu bukan semata pada unsur supernatural, melainkan pada hubungan antartokoh dan pilihan yang benar-benar membentuk arah cerita.
Source: www.idntimes.com




