Dari Regulasi Hingga Kendala Lapangan, KADIN Jatim dan DJP I Perkuat Literasi Pajak

Dorongan agar pelaku usaha lebih memahami pajak kembali mengemuka dalam pertemuan antara Kanwil DJP Jawa Timur I dan KADIN Jawa Timur. Kedua pihak melihat literasi perpajakan bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bagian penting dari kepatuhan yang ikut menjaga penerimaan negara dan mendukung ekonomi daerah.

Audiensi itu mempertemukan Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I Max Darmawan dengan Ketua KADIN Jawa Timur Andik Dwi Putranto beserta jajaran pengurus di kantor Kanwil DJP Jatim I. Dalam pertemuan tersebut, dunia usaha ditempatkan sebagai unsur strategis karena memiliki peran langsung terhadap arus penerimaan negara dan pergerakan ekonomi di Jawa Timur.

KADIN Jadi Mitra Penting dalam Edukasi Pajak

Max Darmawan menilai KADIN memiliki posisi penting sebagai wadah pelaku usaha. Karena itu, kerja sama dengan organisasi dunia usaha tersebut perlu terus diperkuat agar pemahaman perpajakan di kalangan pelaku usaha meningkat.

Ia juga melihat KADIN sebagai mitra strategis DJP dalam mendorong literasi perpajakan. Menurut dia, sinergi antarlembaga dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di Jawa Timur, sekaligus memperkuat kepatuhan pajak di lingkungan usaha.

Fokus pada literasi pajak dianggap relevan karena pelaku usaha berada di posisi yang berpengaruh terhadap basis penerimaan negara. Dengan pemahaman yang lebih baik, kepatuhan pajak diharapkan tumbuh lebih kuat dan lebih mengakar.

Ruang Dialog untuk Pelaku Usaha

Dari sisi KADIN Jawa Timur, audiensi tersebut dipandang sebagai ruang diskusi yang konstruktif. Forum ini dipakai untuk membahas dinamika regulasi perpajakan dan kendala yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.

Andik Dwi Putranto berharap kerja sama seperti ini dapat membantu meningkatkan literasi dan kepatuhan perpajakan para pelaku usaha. Ia juga menekankan pentingnya wadah dialog agar anggota KADIN bisa menyampaikan masukan dan persoalan perpajakan yang mereka temui.

Kebutuhan dialog itu dinilai penting karena anggota KADIN berasal dari latar belakang usaha yang beragam dan mencakup banyak sektor. Keragaman tersebut membuat kebutuhan informasi perpajakan antarpelaku usaha tidak selalu sama.

Dorongan Sosialisasi yang Lebih Rutin

Dalam pertemuan itu, KADIN Jawa Timur mengusulkan agar sosialisasi perpajakan dilakukan lebih rutin. Usulan ini dinilai penting untuk membantu pelaku usaha memahami aturan secara lebih luas dan merata.

Kanwil DJP Jawa Timur I menyatakan komitmen untuk memperluas edukasi perpajakan secara berkelanjutan. DJP juga membuka komunikasi yang lebih intensif agar saran, masukan, dan kendala dari pelaku usaha dapat ditampung dan ditangani.

Audiensi berlangsung interaktif dan penuh dialog. Kedua pihak berharap sinergi yang terbangun dapat semakin kuat dalam mendukung kepatuhan pajak serta berkontribusi pada pembangunan nasional.

Source: telusur.co.id

Baca Juga

Back to top button