Ambisi OMODA & JAECOO di pasar global kini tidak lagi berhenti pada pencapaian kumulatif satu juta unit. Jenama asal China itu menargetkan penjualan satu juta unit per tahun pada 2027, sekaligus ingin menegaskan posisinya sebagai brand mobilitas yang dekat dengan generasi muda di berbagai negara.
Arah baru itu disampaikan dalam Chery International Business Summit di Wuhu, China, bersamaan dengan peluncuran OMODA 4. Di forum tersebut, perusahaan memperkenalkan peta jalan pertumbuhan bertajuk “From Million To Annual Million” sebagai dasar ekspansi berikutnya.
Ekspansi pasar jadi tumpuan
Selama tiga tahun terakhir, OMODA & JAECOO sudah masuk ke 69 pasar global. Untuk menopang distribusi dan layanan, perusahaan juga membangun 1.364 showroom dealer di berbagai negara.
Langkah berikutnya disusun lebih agresif. Pada 2027, mereka menargetkan ekspansi ke lebih dari 108 negara agar pertumbuhan tidak bertumpu pada satu wilayah saja.
Model pertumbuhan baru itu dirancang lebih sistematis dan adaptif. Dengan begitu, perusahaan berharap bisa merespons dinamika pasar global dengan lebih lincah.
Anak muda jadi sasaran utama
Di tengah ekspansi tersebut, generasi muda menjadi pusat perhatian pengembangan brand. OMODA & JAECOO melihat kendaraan kini punya arti yang lebih luas bagi konsumen muda.
Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, menjelaskan bahwa bagi generasi muda, mobil bukan hanya alat transportasi. Kendaraan juga menjadi bagian dari gaya hidup, ekspresi diri, dan aktivitas harian.
Karena itu, OMODA & JAECOO ingin menghadirkan produk yang bukan hanya canggih secara teknologi. Mereka juga menekankan relevansi produk dengan cara hidup pengguna muda.
Strategi pertumbuhan yang lebih terarah
Peta jalan “From Million To Annual Million” ditopang oleh empat pilar utama. Keempatnya mencakup insight tribe, keunggulan teknologi, integrasi brand global dengan operasi lokal, serta model light cavalry.
Pendekatan berbasis insight tribe menunjukkan upaya perusahaan membaca kebutuhan kelompok konsumen secara lebih spesifik. Sementara itu, integrasi brand global dan operasi lokal diarahkan agar produk tetap relevan di tiap pasar yang berbeda.
Model light cavalry menjadi bagian dari strategi yang lebih fleksibel. Seluruh rangkaian pendekatan itu disiapkan untuk mendukung target ekspansi ke lebih dari 108 negara pada 2027.
Teknologi dan co-creation tetap dijaga
Teknologi tetap menjadi daya tarik penting bagi OMODA & JAECOO. Namun, perusahaan tidak menempatkannya sebagai satu-satunya nilai jual.
Pengembangan produk juga melibatkan konsumen lewat co-creation. Dalam proses ini, pengguna ikut terlibat dalam penamaan, desain, hingga penyempurnaan fitur kendaraan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar skala penjualan. OMODA & JAECOO juga ingin membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen muda, sambil mengubah pencapaian kumulatif menjadi penjualan tahunan yang konsisten.
Source: www.liputan6.com