Bagi pencinta hanami, sakura di Jepang tidak hanya soal bunga yang sedang mekar, tetapi juga soal jenis yang diamati. Setiap varietas membawa tampilan, warna, dan durasi mekar yang berbeda, sehingga pengalaman menikmati musim semi bisa berubah dari satu lokasi ke lokasi lain.
Karena Jepang punya lebih dari 600 varietas sakura, lima jenis di antaranya paling sering menjadi perhatian wisatawan dan warga lokal. Ada yang muncul sangat awal, ada yang dikenal karena bentuk kelopaknya yang penuh, dan ada pula yang hanya memamerkan bunga selama sekitar sepekan.
Sakura yang mekar paling singkat
Di antara varietas yang paling populer, Somei Yoshino kerap menjadi wajah utama musim sakura di Jepang. Jenis ini mendominasi sekitar 80 persen pohon sakura di negara tersebut, sehingga sangat mudah ditemukan di banyak tempat.
Bunganya memiliki lima kelopak berwarna merah muda sangat pucat dan sering terlihat putih saat mekar penuh. Setelah bunga terbuka sepenuhnya, masa tampilnya biasanya hanya sekitar satu minggu, sehingga banyak orang harus menyesuaikan jadwal hanami agar tidak terlambat menikmati pemandangan ini.
Daya tarik bentuk menjuntai
Berbeda dari Somei Yoshino, Shidarezakura menonjol lewat cabangnya yang melengkung dan jatuh ke bawah. Tampilan ini membuat bunganya terlihat seperti mengalir dari dahan dan memberi kesan yang lebih dramatis dibandingkan sakura pada umumnya.
Warna Shidarezakura juga beragam, mulai dari merah muda cerah, putih, hingga kemerahan. Jenis ini dikenal sebagai salah satu sakura tertua di Jepang, dan beberapa pohonnya bahkan disebut sudah berusia lebih dari 1.000 tahun.
Kelopak lebih banyak, tampilan lebih penuh
Yaezakura menjadi pilihan lain yang sering menarik perhatian karena jumlah kelopaknya tidak berhenti pada lima helai seperti sakura biasa. Kelompok ini mencakup banyak varietas berbunga ganda, dengan kelopak yang bisa mencapai 10 hingga 50 helai per bunga.
Ada pula Kikuzakura yang tampil jauh lebih padat, dengan hingga 100 atau bahkan 300 kelopak dalam satu tangkai. Karena susunan kelopaknya berlapis, Yaezakura terlihat lebih mewah dan umumnya mekar lebih lambat, biasanya mulai akhir April.
Penanda awal musim sakura
Jika ingin melihat sakura lebih cepat, Kawazu-zakura termasuk jenis yang banyak diburu. Varietas ini biasanya mulai mekar sejak Februari dan sering dianggap sebagai tanda awal musim sakura di Jepang.
Ciri warnanya juga berbeda dari Somei Yoshino karena cenderung lebih gelap dan cerah. Ukuran kelopaknya relatif lebih besar, dan masa mekarnya lebih lama bertahan di pohon, sehingga memberi waktu lebih panjang untuk dinikmati.
Sakura selatan dengan warna paling kuat
Kanhizakura berasal dari wilayah selatan Jepang, terutama Okinawa, dan punya warna yang paling mencolok di antara varietas sakura populer lainnya. Bunganya tampil seperti lonceng yang tidak mekar sepenuhnya, dengan warna merah gelap atau fuchsia intens.
Jenis ini termasuk yang paling awal berbunga, bahkan bisa muncul seawal Januari atau Februari di Okinawa. Di wilayah Honshu, mekarnya biasanya dimulai pada awal Maret, dan bunganya dapat bertahan hingga sekitar sebulan.
Kelima jenis sakura tersebut menunjukkan bahwa hanami di Jepang tidak punya satu bentuk pengalaman yang sama. Ada bunga yang cepat lewat, ada yang datang lebih awal, dan ada pula yang bertahan lebih lama, sehingga tiap varietas memberi kesan visual yang berbeda saat musim semi tiba.
Source: www.idntimes.com