Jade Weatherington membuktikan bahwa kursus online bisa menjadi sumber penghasilan besar tanpa harus menyita seluruh waktu kerja. Dengan hanya sekitar 10 jam per minggu, perempuan asal Atlanta, Georgia, itu disebut mampu meraup sekitar 15 ribu USD atau sekitar Rp255 juta per bulan.
Kisahnya menarik perhatian karena ia menjalankan bisnis tersebut sambil berstatus sebagai single mom. Dari usaha yang dimulai kecil, Jade berhasil membangun sistem kerja yang membuat pendapatannya terus tumbuh tanpa harus mengikuti pola kerja kantoran yang panjang.
Dari dua kelas sederhana ke bisnis yang berkembang
Sebelum dikenal lewat kursus online di Outschool, Jade sudah lama mengajar bahasa Inggris melalui berbagai situs web. Saat mulai membuka usaha kursus online untuk anak-anak pada 2018, ia masih menawarkan dua kelas awal saja.
Dua kelas itu berisi materi seni dan kerajinan serta penguasaan esai lima paragraf. Pada tahap awal, perkembangan bisnisnya tidak langsung melonjak, tetapi ia terus menambah materi sesuai keahlian yang sudah ia kuasai.
Pola itu perlahan membuahkan hasil ketika jumlah kelas yang ditawarkan semakin banyak. Pertumbuhan terjadi bertahap, bukan instan, dan justru dari situ bisnisnya mulai terlihat memiliki ruang untuk diperbesar.
Pendapatan naik, jam kerja tetap singkat
Pada awal 2021, Jade menambahkan enam kelas lagi. Dari langkah itu, pendapatan bulanannya dari kursus online naik menjadi 10 ribu USD atau sekitar Rp170 juta per bulan.
Menariknya, kenaikan penghasilan itu tidak membuat jam kerjanya ikut membengkak. Ia tetap menjaga ritme kerja di kisaran 10 hingga 12 jam per minggu agar model bisnisnya tetap fleksibel dan bisa disesuaikan dengan perannya sebagai orang tua tunggal.
Karena berbasis platform, sistem yang ia bangun memberi ruang untuk berkembang tanpa harus selalu terikat pada kehadiran fisik seperti bisnis pendidikan tradisional. Hal itu membuat jadwal kerja Jade tetap ringkas meski skala usahanya terus membesar.
Tim pengajar ikut diperluas
Outschool memungkinkan pengajar mengubah profil personal menjadi profil organisasi dengan banyak pendidik. Melihat peluang itu, Jade mengambil langkah lebih besar pada Juni 2021 dengan memperluas tim pengajar yang membantunya menjalankan kelas.
Hingga April 2022, ia sudah mempekerjakan tujuh guru dan menawarkan sampai 60 kelas di platform tersebut. Materinya juga makin beragam, mulai dari penulisan esai untuk berbagai usia, kelas kreatif seperti penulisan skenario, hingga topik lain yang masih dekat dengan bidang mengajarnya.
Perluasan itu menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis Jade tidak hanya datang dari penambahan kelas, tetapi juga dari pembangunan sistem yang melibatkan lebih banyak pengajar. Dengan begitu, kapasitasnya bisa naik tanpa harus sepenuhnya bergantung pada waktu yang ia miliki sendiri.
Sumber pendapatan lain untuk menjaga arus bisnis
Jade tidak hanya mengandalkan Outschool sebagai satu-satunya kanal pemasukan. Ia juga membuat kursus yang mengajarkan orang lain cara membuat kursus online sendiri, lalu menawarkannya melalui situs pribadinya, Teacherjade.com.
Langkah ini penting ketika pendaftaran di Outschool sempat menurun. Saat kanal utama mengalami perlambatan, kursus tentang pembuatan kelas online membantu menjaga arus pendapatan tetap berjalan.
Di dalam program tersebut, Jade membahas dasar-dasar pembuatan kelas online, mulai dari menyusun konten, merancang pelajaran, sampai memasarkan kursus. Harga paket yang ia tawarkan berada di kisaran 25 USD hingga 600 USD, atau sekitar Rp425 ribu hingga Rp10,2 juta.
Peran arahan dari mentor
Selain memanfaatkan keahlian yang sudah dimiliki, Jade juga menyoroti pentingnya mentor dalam membangun usaha. Menurutnya, arahan dari orang yang lebih berpengalaman dapat membantu pelaku bisnis menghindari kesalahan yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal.
Ia mengikuti program Our Village United yang membantu pengusaha kulit hitam mengembangkan bisnis mereka. Dalam program itu, Jade dipasangkan dengan mentor bernama Cole Jones, seorang pengusaha yang berbasis di Atlanta.
Jade sempat menerima saran untuk mempertahankan dua guru yang direkrut setidaknya selama satu tahun, tetapi ia memilih bergerak lebih cepat. Setelah skala bisnisnya membesar, ia menilai bahwa masukan tersebut sebenarnya bisa membantu proses penyesuaian berjalan lebih ringan dan mengurangi stres dalam pengelolaan tim.
Kisah Jade memperlihatkan bahwa keahlian yang dikelola menjadi produk digital dapat menghasilkan pendapatan besar tanpa jam kerja panjang. Dengan menjaga fokus pada bidang yang dikuasai, memperluas tim, dan membuka sumber pendapatan tambahan, ia berhasil mempertahankan bisnis yang tumbuh sekaligus tetap bekerja dalam ritme yang relatif singkat.
Source: www.beautynesia.id




