Revitalisasi PAUD di Jawa Timur kini berjalan dengan penekanan kuat pada tanggung jawab sekolah, bukan sekadar pada pembangunan fisik. Sebanyak 103 kepala sekolah dari 25 kabupaten dan kota di Jawa Timur berkumpul di Surabaya untuk memfinalisasi dokumen perencanaan sekaligus menandatangani Perjanjian Kerjasama yang menentukan pencairan bantuan.
Selama seluruh syarat administratif dan teknis belum selesai, para peserta masih berstatus calon penerima bantuan. Karena itu, penandatanganan PKS dan penyelesaian dokumen menjadi tahap yang sangat menentukan sebelum dana bisa ditransfer ke rekening sekolah.
Dokumen dan desain harus tuntas
Salah satu fokus utama dalam pertemuan itu adalah penyelesaian dokumen perencanaan secara rinci. Desain bangunan dan Rencana Anggaran Biaya ditargetkan rampung pada malam yang sama agar proses berikutnya tidak tertunda.
Tim perencana juga diminta terus berkomunikasi dengan kepala sekolah. Langkah ini penting supaya posisi dan tata letak bangunan yang akan direhabilitasi dapat disepakati sejak awal.
Pembekalan administratif, teknis, dan keuangan menjadi bagian dari proses yang wajib dipahami para kepala sekolah. Kurniawan dari Direktorat PAUD turut memberi penguatan agar seluruh peserta memahami tahapan yang harus dipenuhi sebelum bantuan resmi diterima.
Dana langsung ke sekolah
Kemendikdasmen menegaskan bahwa dana bantuan nantinya akan ditransfer langsung ke rekening sekolah. Dengan mekanisme itu, tanggung jawab penggunaan anggaran sepenuhnya berada di tangan kepala sekolah.
Dana tersebut harus diarahkan untuk revitalisasi dan tidak boleh disalahgunakan. Peringatan ini juga mencakup larangan pungutan liar maupun aktivitas negatif lain yang bisa merusak tujuan program.
Karena itu, pengawasan terhadap pelaksanaan program tidak hanya berhenti pada kelengkapan administrasi. Akuntabilitas penggunaan dana di lapangan ikut menjadi perhatian utama dalam setiap tahap.
Bagian dari agenda besar pemerintah
Revitalisasi satuan PAUD diposisikan sebagai bagian dari agenda yang lebih luas. Program ini dikaitkan dengan upaya memperkuat layanan PAUD, mendukung Wajib Belajar 13 Tahun, dan memperluas akses serta daya tampung anak usia dini.
Dalam sambutan yang dibacakan Penanggung Jawab Fasilitasi Prasarana Direktorat PAUD Kemendikdasmen, RM Suryo Donny Putranto, revitalisasi sarana dan prasarana PAUD disebut sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat. Program itu juga menjadi prioritas Presiden RI.
Karena sifatnya strategis, progres fisik dan keuangan akan dipantau ketat setiap minggu dan bulan. Pengawasan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga agar pelaksanaannya tetap sesuai jalur.
Lebih dari perbaikan gedung
Kemendikdasmen menempatkan revitalisasi PAUD dalam konteks yang lebih panjang, termasuk target SDG 2030. Harapannya, seluruh anak usia pra-sekolah memperoleh layanan PAUD yang layak, aman, nyaman, dan menggembirakan.
Fokus program tidak berhenti pada sarana fisik semata. Satuan pendidikan yang dibangun atau diperbaiki diharapkan menjadi ruang yang mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Aspek karakter juga masuk dalam pelaksanaan program. Dua program yang wajib diterapkan adalah 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria.
7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat mencakup ibadah pada Rabu pagi, olahraga, makan bergizi, rajin belajar, bermasyarakat, dan tidur tepat waktu. Sementara itu, Pagi Ceria dijalankan sebelum kelas dimulai melalui senam ceria, bercerita, berdoa bersama, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Peringatan soal integritas
Di akhir arahannya, Direktorat PAUD mengingatkan para kepala sekolah agar waspada terhadap pihak yang mengatasnamakan pejabat kementerian untuk meminta pungutan. Pesan ini disampaikan untuk menjaga transparansi dan integritas selama program berjalan.
Kemendikdasmen berharap komitmen para kepala sekolah dalam mematuhi panduan pelaksanaan dapat menghasilkan bangunan yang kokoh dan tahan lama. Dengan pengawasan yang ketat dan tanggung jawab dana yang berada di sekolah, revitalisasi PAUD di Jawa Timur diarahkan menjadi layanan pendidikan yang bertahan dalam jangka panjang.
Source: news.schoolmedia.id