Cukup Lihat Mata, Hidung, Dan Geraknya, Begini Cara Menilai Hewan Kurban Yang Layak

Di lapangan, ukuran tubuh hewan kurban sering jadi perhatian pertama. Padahal, hewan yang tampak besar belum tentu memenuhi syarat ibadah dan belum tentu sehat untuk dikonsumsi.

Karena itu, pembeli perlu melihat lebih dari sekadar bobot atau harga. Pemeriksaan fisik, perilaku, dan usia justru menjadi kunci agar hewan kurban layak dipilih.

Cek usia lewat gigi, jangan hanya lihat penampilan

Salah satu syarat dasar hewan kurban adalah cukup umur. Pemeriksaan ini paling mudah dilakukan dengan melihat pergantian gigi, terutama apakah gigi susu sudah berganti menjadi gigi tetap.

Untuk kambing dan domba, usia minimal yang disyaratkan adalah 1 tahun atau sudah memasuki tahun kedua. Sementara sapi dan kerbau minimal berusia 2 tahun atau memasuki tahun ketiga, yang biasanya terlihat dari gigi seri tetap yang sudah tumbuh.

Empat kondisi yang perlu dihindari

Selain umur, kondisi fisik juga menentukan kelayakan hewan kurban. Fikih menekankan agar hewan tidak mengalami cacat yang mengurangi nilainya sebagai hewan kurban.

Ada empat kondisi utama yang perlu diwaspadai, yaitu buta, pincang, kurus kering, dan sakit. Hewan dengan salah satu kondisi itu sebaiknya tidak dipilih karena tidak memenuhi syarat yang ditetapkan.

Mata hewan perlu tampak jernih dan responsif. Hewan yang buta sebelah apalagi buta total jelas perlu dihindari.

Kaki juga harus diperhatikan. Hewan kurban yang baik mampu berdiri dan berjalan normal dengan keempat kakinya, bukan tampak pincang atau sulit bergerak.

Tanda sehat sering terlihat dari bagian yang sederhana

Ciri hewan sehat sebenarnya bisa diamati langsung tanpa alat khusus. Cuping hidung yang basah dan bersih menjadi salah satu tanda yang mudah dilihat.

Bulu hewan juga memberi petunjuk penting. Hewan yang sehat umumnya memiliki bulu yang bersih dan mengilap, bukan kusam atau tampak tidak terawat.

Kondisi mata tidak kalah penting. Mata yang jernih dengan selaput berwarna merah muda menunjukkan kondisi tubuh yang lebih baik dibanding mata yang merah atau kotor.

Perilaku hewan ikut memberi sinyal

Penampilan saja belum cukup untuk menilai kesehatan hewan kurban. Perilaku sehari-hari juga bisa membantu pembeli mengenali kondisi tubuhnya.

Hewan yang sehat biasanya lincah, aktif, dan memiliki nafsu makan yang baik. Saat memamah biak, gerakannya juga terlihat normal.

Bagian belakang hewan pun perlu diperiksa. Anus yang bersih dan kering menunjukkan pencernaan yang baik, sedangkan area yang kotor atau tampak mencret patut dicurigai sebagai tanda gangguan kesehatan.

Cara memilih agar tidak salah ambil keputusan

Saat berada di lokasi penjualan, pembeli sebaiknya menggabungkan beberapa tanda sekaligus. Langkah ini penting karena hewan yang terlihat besar belum tentu layak, sedangkan hewan yang sehat biasanya menunjukkan banyak ciri baik dalam waktu yang sama.

Mata yang jernih, hidung yang lembap, bulu yang bersih, gerak tubuh yang normal, dan nafsu makan yang baik bisa menjadi petunjuk awal. Jika semua tanda itu terpenuhi, peluang hewan memenuhi syarat syariat dan layak disembelih akan jauh lebih besar.

Source: www.medcom.id
Exit mobile version