Pernyataan Delcy Rodriguez menjadi sinyal paling tegas bahwa Caracas tidak membuka ruang untuk wacana Venezuela masuk sebagai negara bagian Amerika Serikat. Ia menolak gagasan itu secara langsung dan menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan pernah terjadi.
Sikap keras itu muncul di tengah hubungan Venezuela dan Amerika Serikat yang kembali menyedot perhatian. Di satu sisi, kedua negara disebut masih membuka jalur komunikasi diplomatik, tetapi di sisi lain ketegangan politik belum menunjukkan tanda mereda.
Rodriguez menyampaikan penegasan itu usai menghadiri sidang di Mahkamah Internasional, Den Haag, Belanda, pada Senin, 11 Mei. Dalam pernyataannya, ia menempatkan kedaulatan, integritas wilayah, dan kemerdekaan Venezuela sebagai hal yang tidak bisa ditawar.
Ia juga menolak keras ide integrasi ke dalam wilayah AS. Menurut Rodriguez, rakyat Venezuela memiliki ikatan yang kuat dengan sejarah kemerdekaan mereka, sehingga gagasan tersebut tidak mungkin diterima.
“Hal itu sama sekali tidak mungkin dan tidak akan terjadi. Rakyat Venezuela memiliki kecintaan yang mendalam terhadap proses kemerdekaan kami,” ujarnya.
Pernyataan itu bukan sekadar bantahan terhadap sebuah gagasan politik. Caracas juga tampak ingin menutup ruang spekulasi yang bisa berkembang lebih jauh di tengah tensi bilateral yang masih tinggi.
Meski begitu, Rodriguez tidak menutup pintu dialog. Ia menegaskan bahwa pemerintah Venezuela masih menjalankan agenda kerja sama diplomatik dengan Washington.
“Presiden Trump tahu kami sedang menjalankan agenda kerja sama diplomatik, dan itulah jalur yang sedang kami tempuh,” kata Rodriguez.
Sikap tersebut memperlihatkan upaya Caracas menjaga dua kepentingan sekaligus. Venezuela tetap ingin mempertahankan komunikasi dengan Amerika Serikat, tetapi juga memastikan bahwa batas kedaulatan nasional tidak dapat dinegosiasikan.
Situasi ini juga tidak bisa dilepaskan dari persoalan lain yang ikut membayangi hubungan kedua negara. Pengelolaan sumber daya minyak Venezuela dan sengketa wilayah Essequibo dengan Guyana membuat dinamika geopolitik di kawasan semakin sensitif.
Dalam konteks seperti itu, wacana Venezuela menjadi negara bagian AS langsung menyentuh sisi paling mendasar dari identitas negara. Karena itu, penolakan Rodriguez menjadi lebih dari sekadar respons spontan, melainkan penegasan posisi politik Caracas.
Venezuela kini terlihat berusaha menjaga jalur percakapan dengan Washington tanpa mengendurkan garis merah soal kedaulatan. Di tengah perhatian internasional terhadap minyak dan sengketa Essequibo, pernyataan Rodriguez memberi pesan bahwa diplomasi masih berjalan, tetapi integrasi ke Amerika Serikat tetap dianggap tidak mungkin.
Source: www.medcom.id




