Pergerakan harga pangan di Jawa Timur hari ini menunjukkan pola yang tidak seragam. Di satu sisi, beberapa kebutuhan dapur yang paling sering dibeli rumah tangga mulai turun, tetapi di sisi lain masih ada komoditas yang tetap menguat dan menjaga tekanan belanja tetap terasa.
Kelompok yang paling mencuri perhatian datang dari cabai, daging ayam ras, dan bawang putih. Penurunan di tiga komoditas itu memberi sinyal bahwa sebagian harga kebutuhan harian mulai lebih longgar, meski belum cukup untuk disebut merata.
Dari 17 komoditas yang dipantau Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan, delapan turun, tiga naik, dan sisanya tidak berubah. Komposisi ini memperlihatkan bahwa pelemahan harga memang terjadi, tetapi hanya pada sebagian kelompok barang.
Cabai merah besar menjadi komoditas dengan penurunan paling dalam di antara yang turun. Harganya terkoreksi Rp334 atau 0,74 persen menjadi Rp44.789 per kg.
Cabai rawit merah juga ikut melemah dan berada di Rp66.829 per kg. Daging ayam ras turun 0,44 persen menjadi Rp34.544 per kg, sementara bawang putih honan turun 0,53 persen ke Rp27.972 per kg.
Di kelompok bahan pokok lain, gula pasir curah ikut turun tipis 0,18 persen menjadi Rp16.858 per kg. Tepung terigu juga bergerak turun sangat kecil, yakni 0,03 persen menjadi Rp11.588 per kg.
Meski ada penurunan di sejumlah komoditas, beberapa bahan pangan justru bergerak ke arah sebaliknya. Cabai merah keriting mencatat kenaikan terbesar di kelompok yang naik, dengan tambahan Rp393 atau 0,95 persen menjadi Rp41.625 per kg.
Bawang merah juga menguat 0,5 persen menjadi Rp38.132 per kg. Minyak goreng sawit kemasan premium ikut naik tipis 0,17 persen dan berada di Rp21.598 per liter.
Sementara itu, beberapa komoditas utama masih bertahan di level yang sama. Daging sapi paha belakang tetap di Rp123.485 per kg, dan Minyakita masih di Rp15.689 per liter.
Stabilitas juga terlihat pada kelompok beras. Beras premium masih berada di Rp14.735 per kg, beras medium di Rp13.029 per kg, dan beras SPHP Bulog tetap di Rp11.920 per kg.
Kedelai impor pun tidak bergerak dari posisinya dan masih di Rp12.145 per kg. Pada sisi minyak goreng, minyak goreng sawit curah turun tipis 0,05 persen menjadi Rp19.309 per liter, sehingga arah pergerakan di kelompok ini juga masih terbagi.
Dengan kondisi tersebut, pasar pangan Jawa Timur hari ini memperlihatkan dua wajah sekaligus. Sebagian kebutuhan dapur mulai mereda, tetapi cabai merah keriting, bawang merah, dan beberapa komoditas lain masih menahan turunnya beban harga secara lebih luas.
Source: databoks.katadata.co.id




