Bullish sedang membangun langkah yang jauh lebih besar daripada sekadar ekspansi biasa di industri kripto. Perusahaan yang tercatat di NYSE itu memilih Equiniti sebagai tumpuan baru untuk masuk lebih dalam ke pasar tokenized securities melalui kesepakatan akuisisi senilai $4.2 miliar.
Pilihan ini menunjukkan bahwa tokenisasi kini ditempatkan di pusat strategi pertumbuhan Bullish. Bagi perusahaan, transaksi tersebut bukan hanya penambahan lini usaha, melainkan fondasi untuk membangun infrastruktur tokenisasi dalam skala besar.
Tokenisasi diposisikan sebagai inti bisnis baru
Bullish melihat tokenisasi sebagai perkembangan penting berikutnya dalam struktur pasar. Tom Farley menilai pergeseran ini setara dengan perubahan besar dari perdagangan berbasis kertas menuju pasar elektronik.
Menurut Farley, keunggulan model ini terletak pada infrastruktur yang selalu aktif, settlement instan, dan aksi korporasi yang bisa diprogram. Ia juga menekankan bahwa pasar sekuritas global bernilai sekitar $270 trillion, sementara tokenized securities masih berada pada tahap awal.
Di saat yang sama, aset token non-stablecoin disebut tumbuh lebih dari 50% sejak earnings call kuartal ketiga Bullish. Nilainya naik dari sekitar $20 billion menjadi $30 billion, meski masih kecil dibanding skala pasar modal global.
Equiniti memberi akses ke basis emiten besar
Farley menyebut Equiniti sebagai global transfer agent yang melayani ribuan perusahaan publik. Ia mengatakan basis klien perusahaan itu mencakup lebih dari 2.500 emiten pasar publik, termasuk sekitar 35% dari S&P 500 dan lebih dari 50% FTSE 100.
Bagi Bullish, jaringan ini penting karena tokenisasi tidak akan berkembang luas hanya dengan teknologi. Farley menjelaskan bahwa pertumbuhan besar memerlukan tiga hal sekaligus, yaitu tumpukan teknologi end-to-end, infrastruktur ledger yang menghubungkan keuangan tradisional dengan aset berbasis blockchain, dan akses ke basis emiten publik yang besar.
Bullish dan Equiniti juga sudah bekerja sama membangun unified ledger. Sistem ini dirancang untuk melacak saham yang ditokenisasi dan saham bersertifikat secara real time, sekaligus mendukung catatan kepemilikan, aksi korporasi, voting proxy, serta kepatuhan KYC dan AML.
Struktur transaksi dan target penutupan
Chief Financial Officer Dave Bonanno mengatakan nilai akuisisi itu mencapai $4.2 miliar. Transaksi tersebut masih menunggu persetujuan regulator dan syarat penutupan lain, dengan target rampung pada January 2027.
Dalam struktur kesepakatan itu, Bullish akan mengambil alih utang Equiniti sebesar $1.85 miliar. Perusahaan juga akan menerbitkan sekitar 61 juta saham baru yang bernilai sekitar $2.35 miliar berdasarkan 30-day volume-weighted average price Bullish sebesar $38.48 per saham.
Bonanno memperkirakan Bullish akan memiliki sekitar 222 juta saham fully diluted setelah transaksi selesai. Ia juga menyebut perusahaan menargetkan posisi net liquid assets di atas $500 million setelah penutupan pada level harga Bitcoin saat ini.
Ruang bisnis baru di atas fondasi yang sudah ada
Farley mengatakan Bullish tidak berencana menjadi primary listing venue seperti New York Stock Exchange atau Nasdaq. Fokusnya justru ada pada liquidity solutions, secondary trading di regulated venues, dan layanan tokenisasi bagi emiten.
Dari sisi Equiniti, Bonanno menjelaskan bahwa perusahaan itu saat ini hampir tidak menghasilkan pendapatan dari blockchain. Kondisi tersebut memberi ruang bagi Bullish untuk menambahkan bisnis baru di atas layanan yang sudah berjalan.
Ia menambahkan bahwa pendapatan bunga Equiniti berasal dari float atas pembayaran yang diproses perusahaan tersebut. Komposisi float itu sekitar dua pertiga dolar AS dan sepertiga pound sterling.
Target keuangan ikut dinaikkan
Bullish juga memaparkan outlook 2026 dengan sekitar $1.3 billion adjusted total revenue dan sekitar $500 million adjusted EBITDA less CapEx. Proyeksi ini belum memasukkan sinergi dari akuisisi Equiniti.
Untuk periode 2027 sampai 2029, Bonanno memperkirakan total revenue growth naik dari sekitar 6% menjadi lebih dari 8% dibanding financials gabungan 2026. Pertumbuhan itu diproyeksikan ditopang sekitar 20% pertumbuhan di tokenization and blockchain services, sementara pendapatan transfer agent tradisional dan interest income diperkirakan relatif datar.
Perusahaan juga memperkirakan tambahan cost takeout sebesar $25 million hingga $50 million pada periode yang sama. Angka itu mencerminkan penghematan biaya $50 million hingga $75 million yang sebagian diimbangi sekitar $25 million investasi untuk infrastruktur dan produk baru.
Bonanno menambahkan Bullish menargetkan adjusted EBITDA less CapEx tumbuh hampir $100 million per tahun selama medium-term outlook. Perusahaan juga memperkirakan margin sekitar 50% pada akhir 2029, EPS growth sekitar 20% per tahun, dan cumulative free cash flow sekitar $1 billion.