Bagi banyak keluarga, membiasakan anak bergerak tidak selalu harus dimulai dari olahraga yang serius. Aktivitas sederhana seperti lari kecil bersama bisa menjadi pintu masuk yang lebih mudah diterima anak karena suasananya ringan, aman, dan terasa seperti waktu bermain bersama.
Cara seperti ini juga menjadi dasar dari Running Coaching Clinic yang digelar PT Multitrend Indo Tbk melalui Wilio bersama brand performa premium On di Urban Forest Cipete. Kegiatan tersebut tidak menempatkan menang atau catatan waktu sebagai tujuan utama, melainkan pengalaman awal agar anak mengenal olahraga tanpa tekanan.
Olahraga yang terasa dekat dengan anak
Salah satu kunci agar anak lebih mudah suka bergerak adalah membuat olahraga terasa nyaman sejak awal. Dalam program itu, anak-anak diajak memulai dengan pemanasan yang dipandu coach profesional sebelum mengikuti fun running dalam suasana santai.
Pendekatan semacam ini penting karena banyak anak lebih mudah menerima aktivitas fisik ketika gerak tubuh dikemas seperti permainan. Saat olahraga tidak terasa sebagai beban, anak cenderung melihatnya sebagai kegiatan yang menyenangkan dan layak diulang.
Peran keluarga dalam membentuk kebiasaan aktif
Kebiasaan bergerak pada anak tidak tumbuh sendiri. Kehadiran orang tua memberi contoh langsung bahwa aktivitas fisik adalah bagian wajar dari keseharian keluarga.
Ketika keluarga ikut bergerak, anak belajar bahwa olahraga bukan sekadar kewajiban. Aktivitas itu juga bisa menjadi momen bersama yang seru dan membuat anak merasa aman untuk mencoba hal baru.
General Manager Marketing PT Multitrend Indo Tbk, Kartika Tirta Putri, menyebut Wilio ingin hadir sebagai “Kids Sport Lifestyle Specialist” yang mendampingi setiap milestone aktif anak. Ia juga menegaskan bahwa inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kredibilitas di komunitas olahraga anak.
Pengalaman pertama yang membekas
Banyak anak mulai mengenal olahraga dari rumah, sehingga pengalaman awal sering menentukan sikap mereka ke depan. Jika momen pertamanya menyenangkan, peluang anak untuk tetap aktif di kemudian hari akan lebih besar.
Nuansa itu terlihat dari keikutsertaan Ringgo Agus Rahman dan Sabai Dieter bersama anak-anak mereka. Keluarga tersebut merasakan sesi latihan pertama yang dikemas ringan dan penuh kebersamaan.
Ringgo menekankan bahwa olahraga bukan soal performa, melainkan soal kebersamaan. Ia juga menyebut kegiatan seperti ini membantu anak memandang hidup aktif sebagai sesuatu yang menyenangkan, bukan kewajiban.
Edukasi dan aktivitas berjalan bersamaan
Program tersebut tidak hanya menawarkan gerak dan hiburan. Anak-anak juga mendapat edukasi dasar tentang olahraga, termasuk pemanasan yang benar, sementara orang tua memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pendampingan saat anak beraktivitas fisik.
Rangkaian itu menunjukkan bahwa gaya hidup aktif pada anak lebih kuat jika dibangun bersama. Anak mendapatkan pengalaman langsung, orang tua memperoleh pengetahuan, dan keduanya berada dalam ruang yang sama.
Kegiatan ini juga diisi games, treasure hunt dengan hadiah menarik, serta goodie bag eksklusif untuk peserta. Meski begitu, daya tarik terbesarnya tetap ada pada pengalaman yang membuat anak ingin kembali bergerak.
Langkah kecil yang bisa jadi kebiasaan besar
Di tengah gaya hidup modern yang makin pasif, kebiasaan aktif tidak selalu harus lahir dari program besar. Lari kecil bersama keluarga di akhir pekan saja sudah bisa menjadi awal yang efektif untuk membangun rutinitas sehat.
Kartika menyampaikan bahwa Wilio percaya gaya hidup aktif harus dimulai dari pengalaman menyenangkan bersama keluarga. Ia juga menyebut pihaknya akan terus menghadirkan inisiatif berbasis komunitas dan kolaborasi dengan ahli agar tetap menjadi rujukan bagi orang tua dalam kebutuhan sport dan gaya hidup anak.
Source: www.suara.com




