Bhayangkara FC menjadi lawan yang datang pada saat Persib Bandung sedang diuji soal efektivitas di depan gawang. Di tengah persaingan gelar yang sangat rapat, Maung Bandung tidak bisa terus mengandalkan dominasi permainan tanpa hasil akhir yang maksimal.
Masalah itu terlihat jelas saat Persib ditahan Arema FC 0-0. Dalam laga tersebut, Persib tampil lebih banyak menekan dan melepaskan 29 tembakan, tetapi tidak satu pun berbuah gol.
Situasi itu membuat evaluasi langsung diarahkan ke penyelesaian akhir. Pelatih Bojan Hodak menilai persoalan utama Persib bukan berada pada mental pemain, melainkan pada ketenangan saat peluang sudah tercipta.
Fokus ke ketajaman, bukan panik
Hodak menegaskan tidak ada gangguan besar yang dirasakan tim setelah dua laga terakhir belum menghasilkan kemenangan. Menurutnya, Persib masih berada dalam kondisi yang terkendali dan tetap memegang kendali atas persaingan di papan atas.
“Semuanya oke, tidak ada masalah, kami sekarang masih nomor satu,” ujar Hodak dikutip dari Kompas.com.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Persib tidak sedang dalam kondisi goyah, meski hasil di lapangan belum sepenuhnya memuaskan. Yang menjadi sorotan justru bagaimana peluang-peluang yang sudah muncul bisa berubah menjadi gol.
Dominasi yang belum selesai
Saat melawan Arema FC, Persib memang lebih sering berada di area berbahaya lawan. Namun, jumlah percobaan yang besar tidak otomatis membawa keuntungan jika akurasi dan pengambilan keputusan di kotak penalti belum efektif.
Hodak juga menilai timnya justru membuat keadaan lebih rumit karena gagal memaksimalkan kesempatan yang ada. Dengan kata lain, masalah Persib bukan kekurangan serangan, melainkan kurang tajam pada momen penentu.
Dari sisi permainan, Hodak tetap melihat banyak hal berjalan baik. Ia menyebut fisik pemain, ritme lari, dan skema taktik Persib masih berada di level yang bagus.
“Fisik kami bagus, cara berlari dan taktik juga oke. Hal tersulit dalam sepakbola memang mencetak gol,” ucap Hodak dikutip dari Antara.
Bahyangkara jadi ujian yang tidak bisa disepelekan
Laga berikutnya kontra Bhayangkara FC pun menjadi kesempatan untuk membuktikan perbaikan itu. Persib harus menunjukkan bahwa tumpulnya lini depan hanya masalah sementara, bukan pola yang berlarut.
Bagi Hodak, setiap laga sisa perlu diperlakukan seperti final mini karena margin persaingan sangat tipis. Ia meminta para pemain menjaga konsentrasi penuh agar tidak kehilangan poin pada fase yang paling menentukan.
“Anak-anak tahu bahwa mereka harus fokus sekarang untuk pertandingan berikutnya dan mencoba untuk menang di setiap laga,” kata pelatih asal Kroasia itu.
Tekanan ini makin terasa karena Persib masih punya lima pertandingan tersisa. Dalam situasi seperti itu, satu hasil seri saja bisa berpengaruh besar terhadap posisi puncak klasemen.
Selisih tipis di papan atas
Persib saat ini mengoleksi 66 poin, sama seperti Borneo FC Samarinda. Meski demikian, Persib masih berada di posisi pertama karena unggul head-to-head atas pesaingnya itu.
Kondisi tersebut membuat perlombaan menuju gelar belum selesai. Setiap pertandingan kemudian membawa bobot yang besar, terlebih ketika lawan juga masih terus mengumpulkan poin.
Borneo FC lebih dulu tampil melawan Persik Kediri, sementara Persib baru bertanding sehari setelahnya menghadapi Bhayangkara FC. Jadwal yang berdekatan menambah intensitas perebutan gelar, karena hasil satu tim bisa langsung memberi tekanan pada tim lain.
“Poin kami sama dengan Borneo, masih tersisa lima pertandingan lagi. Mereka punya beberapa laga sulit, kami juga punya beberapa laga sulit,” ujar Hodak.
Kabar baik dari kondisi pemain
Di tengah fokus memperbaiki efektivitas serangan, Persib mendapat berita yang cukup melegakan dari Eliano Reijnders. Gelandang tersebut sempat mengalami benturan, tetapi hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang dialaminya tidak serius.
Hodak menyebut Reijnders kini menjalani pemulihan bersama fisioterapis dan diperkirakan segera kembali berlatih. “Eliano hanya terkena benturan sedikit dan sedang menjalani pemulihan bersama fisioterapi. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada yang serius,” kata Hodak melansir laporan RRI.
Ketersediaan pemain menjadi hal penting saat kompetisi memasuki tahap akhir. Persib membutuhkan skuad yang siap secara fisik dan mental agar tetap stabil dalam laga-laga yang semakin menentukan.
Dengan permainan yang masih terjaga dan klasemen yang sangat ketat, Persib kini dituntut menemukan kembali ketajaman di kotak penalti saat menghadapi Bhayangkara FC. Hanya dengan penyelesaian akhir yang lebih efisien, dominasi permainan mereka bisa berubah menjadi hasil yang benar-benar menjaga posisi puncak.