Bengkulu kembali mendapat sorotan lewat rangkaian Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 yang memadukan touring, wisata, dan kebersamaan komunitas pengguna Maxi Yamaha. Dalam etape kedua ini, jalur Liku 9 justru menjadi titik paling menarik karena kondisi jalan yang menuntut motor dan pengendara bekerja ekstra.
Bukan sekadar lintasan menantang, rute di Bengkulu juga menghadirkan lanskap yang beragam selama perjalanan dua hari. Yamaha menjadikan wilayah ini sebagai ruang untuk memperlihatkan bagaimana fitur Maxi Yamaha merespons tikungan tajam, tanjakan, turunan panjang, hingga medan bergelombang.
Perjalanan dimulai dari Yamaha Sentral Bengkulu menuju kawasan dataran tinggi Kepahiang. Pada hari pertama, rombongan menempuh 128 kilometer sambil melintasi perkebunan teh Kabawetan dan panorama Bukit Barisan.
Di jalur seperti Liku 9, sistem ABS membantu menjaga kestabilan saat pengereman mendadak. TCS juga ikut bekerja untuk mengoptimalkan traksi roda di berbagai kondisi jalan, sehingga motor tetap lebih terkontrol saat melewati lintasan yang menuntut fokus tinggi.
Kenyamanan berkendara juga mendapat perhatian lewat rear sub-tank suspension. Fitur ini membantu memberi kontrol yang lebih baik saat motor dibawa melaju di tikungan dan area yang bergelombang.
Saat perjalanan berlanjut hingga malam, front LED lamp with Dual Projector turut berperan dalam memberikan pencahayaan yang lebih fokus dan optimal. Kombinasi fitur itu membuat perjalanan touring tetap relevan bukan hanya sebagai agenda komunitas, tetapi juga sebagai sarana pembuktian di kondisi nyata.
Hari berikutnya, rombongan bergerak menuju Kota Bengkulu dengan jarak tempuh 134 kilometer. Rute ini memberi pengalaman berbeda karena peserta singgah di lebih banyak titik, mulai dari Sungai Trokon, Danau Mas Harun Bastari, lembah perkebunan teh Kabawetan, hingga Pantai Sungai Suci yang menghadap langsung ke Samudra Hindia.
Susunan jalur dan destinasi tersebut memperlihatkan karakter Bengkulu sebagai wilayah yang kuat untuk touring roda dua. Di sisi lain, keindahan alamnya memberi nilai tambahan yang membuat perjalanan tidak hanya soal menaklukkan rute, tetapi juga menikmati wilayah yang dilintasi.
Wahidin, Deputy GM Sales & Operation Yamaha Main Dealers Thamrin Brothers, menilai etape kedua ini menjadi wujud komitmen Yamaha dalam merangkul komunitas sekaligus mengeksplorasi kekayaan alam Bumi Rafflesia. Menurutnya, kegiatan ini menggabungkan pengalaman berkendara dengan eksplorasi destinasi lokal dalam satu rangkaian.
Puncak agenda berlangsung di Rafflesia Beach Club melalui community gathering bersama pengguna Maxi Yamaha di Bengkulu. Suasana dibuat meriah lewat Tari Sekapur Sirih, atraksi perkusi Dhol, dan prosesi penyematan ikat kepala Besurek kepada peserta.
Dalam kegiatan tersebut, Wiwik Rahayu, S.T., M.Si, Kabid E-Government Kominfo Kota Bengkulu, turut hadir dan menyerahkan cinderamata khas daerah kepada Yamaha. Cinderamata itu berupa replika Bunga Rafflesia dan miniatur Tabot.
Yamaha juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan oli Yamalube “Turbo” Matic, aksesori resmi, serta koleksi apparel kolaborasi eksklusif. Peserta pun mendapat edukasi mengenai aplikasi My Yamaha Motor yang dirancang untuk mempermudah akses layanan dan meningkatkan pengalaman kepemilikan kendaraan.
Salah satu peserta touring, Didi, mengaku terkesan dengan pengalaman di Bengkulu. Ia menilai Liku 9 menunjukkan keandalan ABS dan TCS pada Maxi Yamaha, sementara kebun teh Kabawetan dan Pantai Sungai Suci memberi nilai lebih pada perjalanan tersebut.
Source: www.oto.com




