Seleksi masuk Sekolah Maung pada SPMB 2026 memberi ruang bagi penghafal Al Qur’an, tetapi jalur ini tidak berjalan hanya dengan modal hafalan. Calon peserta tetap harus melalui verifikasi berkas dan uji hafalan langsung agar kemampuan yang tercantum benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Kebijakan itu membuat jalur prestasi nonakademik di sekolah ini terlihat lebih beragam. Hafiz dan hafizah kini diposisikan bersama peserta dengan prestasi olahraga, seni, kepemimpinan, ketua OSIS, PMR, paskibra, dan pramuka.
Tahfiz masuk kategori prestasi nonakademik
Dalam sosialisasi penerimaan peserta didik baru, kemampuan menghafal Al Qur’an dimasukkan sebagai salah satu prestasi nonakademik. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 5 Bandung, Dadan Hamdani, menyebut kemampuan itu sejalan dengan karakter yang dibangun di Sekolah Maung.
Pemerintah menilai hafalan Al Qur’an mencerminkan disiplin, konsistensi, dan ketekunan. Karena itu, jalur tahfiz diberi tempat khusus, namun tetap tidak otomatis meloloskan peserta tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Berkas dan hafalan sama-sama diperiksa
Calon peserta dari jalur tahfiz harus memiliki hafalan minimal tujuh hingga delapan juz. Selain itu, mereka wajib menyiapkan bukti resmi saat pendaftaran agar panitia bisa melakukan verifikasi administrasi.
Dokumen yang dapat dipakai antara lain surat keterangan tahfiz, sertifikat hafalan Al Qur’an, rekomendasi dari pesantren, atau surat dari lembaga pendidikan Islam. Setelah berkas dinyatakan sesuai, peserta masih harus menjalani tes hafalan secara langsung.
Tes langsung jadi penentu tambahan
Pemeriksaan di lapangan dipakai untuk memastikan data pendaftaran benar-benar sesuai dengan kemampuan peserta. Bentuk ujiannya dapat berupa sambung ayat, membaca hafalan secara acak, uji tajwid, dan penilaian kelancaran bacaan.
Dengan mekanisme itu, jalur tahfiz tetap memiliki standar seleksi yang jelas. Peserta tidak cukup hanya menyebut jumlah hafalan, karena kemampuan mereka harus dibuktikan kembali di hadapan panitia.
Posisi Sekolah Maung dan skema seleksi
Sekolah Maung merupakan singkatan dari Sekolah Manusia Unggul yang disiapkan untuk menampung siswa unggulan di kabupaten dan kota di Jawa Barat. Program ini digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama unsur TNI dan institusi pendidikan terkait.
Nama Maung diambil dari simbol macan yang identik dengan keberanian, ketegasan, dan karakter kuat masyarakat Sunda. Konsep sekolah ini memadukan pendidikan formal dengan pembinaan karakter, pelatihan kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta penguatan mental dan kepemimpinan.
Pada SPMB 2026, Sekolah Maung menyiapkan kuota 320 siswa yang dibagi ke dalam 10 rombongan belajar. Setiap rombongan belajar diisi 32 peserta didik.
Komposisi jalur masuk pada SPMB 2026
Seleksi dibagi ke dalam tiga jalur utama, yaitu potensi akademik 10 persen, prestasi akademik 70 persen, dan prestasi nonakademik 20 persen. Sekolah Maung juga tidak lagi menggunakan jalur zonasi, afirmasi, maupun perpindahan orang tua.
Untuk jalur potensi akademik, calon peserta harus memiliki IQ minimal 130 dari lembaga psikologi yang terdaftar di HIMPSI. Sementara itu, jalur prestasi akademik mempertimbangkan nilai rapor, tes kompetensi akademik, dan capaian seperti olimpiade tingkat provinsi atau nasional.
Dalam skema tersebut, penghafal Al Qur’an mendapat jalur tersendiri untuk bersaing masuk Sekolah Maung 2026. Kehadiran jalur tahfiz menunjukkan bahwa prestasi keagamaan ikut diberi tempat selama syarat administrasi dan kemampuan hafalan benar-benar terpenuhi.
Source: www.beritasatu.com