Di tengah pasar perangkat kelistrikan yang kerap diwarnai persaingan harga, Schneider Electric Indonesia memilih jalur yang lebih menekankan nilai. Perusahaan menempatkan keamanan, desain, dan daya tahan sebagai pembeda utama saat menyasar segmen menengah.
Presiden Direktur Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste Martin Setiawan mengatakan strategi itu disusun agar portofolio perusahaan sesuai dengan nilai yang dicari pelanggan. Ia menegaskan pendekatan yang dipakai bukan semata berbasis harga, melainkan value segmentation.
Menjual manfaat, bukan sekadar label harga
Dalam value segmentation, konsumen dipetakan berdasarkan manfaat yang paling mereka cari. Bagi sebagian orang, harga menjadi pertimbangan utama, sementara yang lain lebih memperhatikan estetika, durabilitas, atau kemudahan integrasi.
Pendekatan ini membuat Schneider Electric tetap bisa bersaing tanpa harus menurunkan standar kualitas. Perusahaan juga melihat konsumen kini makin kritis saat memilih produk kelistrikan untuk rumah maupun proyek lain.
Kritik itu muncul dari kebutuhan yang lebih berlapis. Pembeli tidak hanya mencari produk yang aman, tetapi juga menginginkan desain modern, standar keselamatan tinggi seperti SNI dan IEC, serta material yang tahan lama.
Produk menengah tetap membawa citra premium
Strategi tersebut tercermin pada Leona E dan Vivace E yang disiapkan untuk kebutuhan menengah. Meski masuk di kelas yang lebih terjangkau, kedua produk itu tetap membawa kualitas dan keamanan yang selama ini menjadi ciri Schneider Electric.
Di sisi lain, lini premium tetap dipertahankan lewat AvatarOn. Sakelar ini mengusung konsep fully customizable wiring devices yang memberi ruang luas bagi pengguna untuk menyesuaikan tampilan sesuai preferensi pribadi.
AvatarOn juga memungkinkan penutup diganti dengan foto atau desain tertentu. Selain itu, produk ini dibekali indikator LED yang membantu pemakaian di area minim cahaya sekaligus menunjukkan status operasional.
Schneider Electric menyebut pendekatan tersebut sebagai accessible premium value. Artinya, konsumen dapat memperoleh produk yang lebih terjangkau, tetapi tetap merasakan keunggulan dari sisi estetika, keamanan, dan keandalan jangka panjang.
Distribusi ikut disiapkan untuk dua jalur pasar
Di luar produk, perusahaan juga mengatur distribusi melalui pendekatan omnichannel. Jalur ritel diperkuat lewat distributor dan platform e-commerce agar produk lebih mudah menjangkau pemilik rumah secara langsung.
Langkah ini sejalan dengan tren belanja mandiri dan meningkatnya kebutuhan renovasi rumah. Kanal digital dan jaringan ritel diposisikan sebagai pintu penting untuk konsumen yang menginginkan solusi praktis dan mudah diakses.
Pada saat yang sama, segmen B2B tetap menjadi penopang utama. Schneider Electric bekerja sama dengan pengembang, kontraktor, dan panel builder untuk memasok proyek perumahan massal, perkantoran, hingga sektor hospitality.
Vivace E ditempatkan sebagai produk yang versatile dan mudah diintegrasikan ke berbagai jenis proyek. Produk ini dapat dipakai untuk kebutuhan volume besar maupun penggunaan individual, sehingga relevan untuk pasar yang lebih luas.
Hunian kini dinilai lebih dari sekadar tempat tinggal
Schneider Electric juga membaca perubahan cara pandang konsumen terhadap rumah. Hunian kini tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai cerminan gaya hidup, kebutuhan emosional, dan nilai penghuninya.
Karena itu, produk kelistrikan dinilai tidak cukup hanya aman dan fungsional. Konsumen juga mencari elemen desain yang menyatu dengan tampilan rumah dan memberi pengalaman penggunaan yang lebih nyaman.
Peluncuran Vivace E menjadi bagian dari pembacaan tersebut. Rangkaian sakelar dan stopkontak itu disiapkan untuk menjawab kebutuhan hunian modern yang terus berkembang dengan kombinasi fungsi, estetika, dan keandalan yang tetap kompetitif di kelasnya.
Source: teknologi.bisnis.com




