Harga murah di kelas sejutaan kini tidak lagi berarti tampilan seadanya. Sejumlah HP terbaru mulai membawa desain yang mengingatkan pada iPhone, layar 90-120 Hz, dan baterai besar sebagai paket utama untuk menarik pembeli.
Perubahan itu terlihat jelas dari lima model yang sedang mencuri perhatian. Ada yang sudah resmi dijual di Indonesia, ada yang baru meluncur secara global, dan ada pula yang statusnya makin dekat ke pasar nasional karena sudah mengantongi sertifikasi lokal.
Pilihan paling menonjol datang dari kapasitas daya
Di antara daftar ini, Tecno Spark 50 4G paling mudah menyita perhatian karena baterainya mencapai 7.000 mAh. Tecno menyebut daya sebesar itu sanggup mendukung aktivitas hingga 48 jam bicara tanpa henti.
Ponsel ini juga mengikuti tren desain kamera yang mirip iPhone 17 Pro series. Spesifikasinya meliputi layar 6,78 inci 120 Hz, chipset MediaTek Helio G81, kamera utama 50 MP dengan PDAF, NFC, sertifikasi IP64, serta Android 16 dan HiOS 16.
Harga jual Tecno Spark 50 4G ada di Rp1,99 juta untuk varian 4GB/128GB dan Rp2,3 juta untuk 6GB/128GB. Dengan kombinasi itu, perangkat ini tampil sebagai salah satu opsi paling agresif di segmen murah.
Ada yang unggul di penyimpanan dan kecepatan sistem
POCO C81 Pro juga masuk ke daftar menarik karena menawarkan UFS 2.2, sesuatu yang masih jarang di kelas harga rendah. Perangkat ini hadir resmi di Indonesia dengan layar 6,9 inci 120 Hz, chipset Unisoc T7250, RAM 4 GB, dan baterai 6.000 mAh.
POCO membanderolnya di Rp1.549.000 untuk varian 4GB/64GB dan Rp1.699.000 untuk 4GB/128GB. Ponsel ini juga memakai Xiaomi HyperOS 3 berbasis Android 15, membawa kamera utama 13 MP, dan mencatat skor AnTuTu 439.885 poin.
Ketahanan fisik ikut jadi daya tarik
Berbeda dari dua model sebelumnya, Itel Zeno 200 menonjol lewat fokus pada ketahanan. Ponsel ini membawa sertifikasi MIL-STD-810H dan IP65 untuk perlindungan terhadap kondisi ekstrem tertentu, debu, dan semburan air.
Desain modul kamera belakangnya menggabungkan nuansa iPhone dan ponsel bergaya Pixel. Di bagian depan, layar IPS LCD 6,75 inci 120 Hz memberi kesan modern, sementara Android 15 Go Edition, RAM 4 GB LPDDR4x, penyimpanan 128 GB, dan baterai 5.000 mAh dengan fast charging 15W melengkapi paketnya.
Itel juga membekali perangkat ini dengan asisten AI bernama Sola. Fungsinya mencakup meringkas dokumen, mengoreksi tata bahasa, dan membuat wallpaper dari perintah teks.
Desain ala iPhone tetap jadi senjata utama
Honor Play 70C hadir di China dengan pendekatan harga yang agresif. Banderol awalnya 599 yuan atau setara Rp1,5 juta, dan desain kamera tiga sensornya langsung mengingatkan pada iPhone 16 Pro.
Bodinya dibuat tipis dengan ketebalan 7,89 mm dan hadir dalam pilihan warna Lake Blue, Moonlit Silver, serta Ink Rock Black. Di dalamnya tertanam MediaTek Helio G81 Ultra, layar 6,75 inci 90 Hz, dan baterai 5.300 mAh yang diklaim mampu mendukung panggilan video hingga 10 jam atau scrolling media sosial selama 14 jam.
Sementara itu, Honor X5c Plus bergerak di jalur yang berbeda karena sudah mengantongi sertifikasi Postel dan TKDN Kemenperin dengan nilai 35,75 persen. Status ini membuat peluang kehadirannya di Indonesia terbuka lebar.
Model ini membawa Magic Capsule di area kamera depan untuk menampilkan informasi real-time, dengan konsep yang mirip Dynamic Island tetapi disesuaikan untuk ekosistem MagicOS. Dari sisi tampilan, bodi tipis 7,9 mm dan modul kamera persegi membuatnya terlihat mirip iPhone 16, ditopang layar 6,74 inci 90 Hz, chipset MediaTek Helio G81, kamera utama 50 MP, dan baterai 5.260 mAh dengan fast charging 15W.
Lima model ini memperlihatkan arah baru HP murah yang makin kompetitif. Di kelas sejutaan, pembeli kini bisa menemukan desain mirip iPhone, layar cepat, fitur tambahan yang lebih kaya, dan pada kasus tertentu baterai besar seperti 7.000 mAh di Tecno Spark 50 4G.
Source: www.suara.com




