Banyak orang mengira stroberi hanya cocok ditanam di kebun luas. Padahal, dengan botol plastik bekas yang disusun rapi, tanaman ini tetap bisa tumbuh produktif di rumah meski ruang tanam sangat terbatas.
Cara seperti ini menarik karena hemat tempat dan sekaligus memanfaatkan barang bekas. Jika varietasnya tepat dan perawatannya konsisten, stroberi bahkan dapat mulai berbuah dalam kisaran 2 sampai 3 bulan setelah tanam.
Kunci pertama ada pada media tanam dan lokasi penempatan. Stroberi membutuhkan tanah yang gembur, kaya bahan organik, dan punya banyak pori agar air mudah terserap serta nutrisi cepat tersedia bagi akar.
Tanah humus termasuk pilihan yang baik karena subur dan mendukung pertumbuhan. Derajat keasaman yang ideal berada pada kisaran pH 6,5 sampai 7,0, sehingga media tidak boleh terlalu asam atau terlalu basa.
Kalau pH terlalu asam, perasan jeruk nipis dapat dipakai untuk membantu penyesuaian. Bila media terlalu basa, campuran belerang atau kompos bisa digunakan agar kondisi tanah kembali seimbang.
Setelah media siap, botol plastik bekas yang sudah dibersihkan bisa diubah menjadi wadah tanam. Bagian dasarnya perlu diberi lubang drainase kecil supaya air berlebih keluar dan akar tidak mudah busuk.
Untuk model gantung, bagian atas botol dipotong dan disisakan sekitar 4 sampai 5 inci dari bagian bawah. Setelah itu, buat lubang persegi memanjang secara simetris di sisi botol, sekitar 2 inci dari dasar, sebagai tempat bibit stroberi.
Jika ingin susunan vertikal bertingkat, tutup botol juga bisa dilubangi satu titik di tengah. Lubang ini dipakai untuk menyambungkan botol satu dengan botol lain agar susunan tanam lebih efisien.
Pemilihan varietas juga sangat menentukan cepat lambatnya panen. Sweet Charlie dikenal cepat berbuah, sekitar 2 sampai 2,5 bulan setelah tanam, sementara Chandler menghasilkan buah besar dan panen tinggi, tetapi sensitif terhadap patogen tertentu.
Untuk pemula, Mencir disebut mudah dirawat dan dapat ditanam di dataran rendah. Ada pula Manora, varietas lokal hasil persilangan petani Indonesia, yang menawarkan rasa manis dan tingkat kekerasan buah mirip Kelly Bright.
Stroberi Korea juga dinilai cocok untuk pot gantung. Tangkainya yang panjang dan daunnya yang lebat membuat tampilan tanaman lebih rimbun, sekaligus membantu buah tidak menyentuh tanah yang bisa memicu pembusukan.
Saat bibit dipindahkan, media tanam dimasukkan dulu ke bagian bawah botol dengan menyisakan sedikit ruang. Bibit kemudian ditempatkan ke lubang tanam dengan hati-hati agar akar tertutup tanah secara baik.
Jika menanam dari biji, kedalaman dan jarak tanam harus mengikuti petunjuk pada kemasan benih. Ada juga cara memakai irisan lapisan kulit buah stroberi yang masih memiliki biji, lalu menanamnya di tanah humus dan menutupnya dengan lapisan tanah tipis.
Namun, untuk hasil yang lebih pasti dan lebih cepat berbuah, anakan atau stolon lebih disarankan. Setelah tanam, media cukup disiram hingga lembap, lalu pot diletakkan di lokasi terbuka yang mendapat sinar matahari cukup.
Stroberi menyukai sinar matahari penuh. Paparan 8 sampai 10 jam per hari diperlukan agar pertumbuhan optimal dan pembentukan buah berjalan baik.
Jika menanam lebih dari satu pot, jarak antarpot sekitar 40 cm perlu dijaga. Jarak ini membantu sirkulasi udara dan memastikan setiap tanaman mendapat cahaya yang memadai.
Penyiraman dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore, dengan volume sekitar 150 sampai 250 cc per tanaman. Jumlah air tetap perlu disesuaikan dengan kelembapan tanah dan suhu di sekitar tanaman.
Pada fase vegetatif, tanaman dapat dibantu dengan pupuk NPK GOLD DGW 16-10-18 dan HX-DAP untuk merangsang pertumbuhan. Saat masuk fase generatif, kebutuhan fosfat dan kalium meningkat, sehingga pupuk daun HX MKP dan POC GDM Spesialis Buah-Buahan dapat digunakan.
Pengaturan nutrisi seperti itu membantu tanaman berpindah fokus dari pertumbuhan daun ke pembentukan buah. Pemangkasan juga penting agar energi tanaman tidak habis untuk bagian yang tidak perlu.
Daun yang terlalu rimbun atau terserang penyakit sebaiknya dipangkas, begitu juga sulur atau runner yang berakar di dekat tanaman utama. Untuk tanaman yang berasal dari anakan atau stolon, bunga pertama sebaiknya dibuang saat mulai muncul pada usia sekitar 2 bulan setelah tanam.
Buah dibiarkan terbentuk setelah tanaman berumur 4 bulan agar akar lebih kuat dan kualitas buah lebih baik. Selama masa pemeliharaan, pemeriksaan rutin terhadap hama, penyakit, gulma, dan kondisi media tanam tetap diperlukan agar stroberi gantung tetap sehat dan produktif.





